BNN Ungkap Bahaya Tersembunyi Vape
- 08 Jul 2026 08:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID., Malang - Fenomena penggunaan vape di kalangan remaja semakin memprihatinkan. Banyak remaja menganggap vape sebagai bagian dari gaya hidup modern, tren pergaulan, bahkan alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Di balik popularitasnya, vape menyimpan berbagai risiko kesehatan yang serius, terlebih jika cairan yang digunakan telah dicampur dengan zat-zat berbahaya.
Dalam siaran SANKSI (Suara Anti Narkotika) yang disiarkan melalui RRI Malang Official pada Selasa (17/6/2026), Budi Haryanto selaku Ketua Tim (Katim) Pencegahan BNN Kota Batu mengungkapkan bahwa hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan banyak cairan vape yang beredar di masyarakat mengandung zat berbahaya, bahkan sejumlah di antaranya positif mengandung narkotika.
Menurut Budi Haryanto, temuan BNN mengidentifikasi berbagai jenis zat berbahaya dalam cairan vape, seperti etomidate, THC (tetrahydrocannabinol), hingga narkotika sintetis seperti flakka dan sabu cair. Zat-zat tersebut diketahui dapat memengaruhi sistem saraf pusat, mengubah perilaku, menurunkan kesadaran, serta meningkatkan risiko ketergantungan yang berbahaya, terutama pada remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan otak.
"Sebagian besar masyarakat belum memahami bahwa vape tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga ribuan zat kimia berbahaya. Bahkan banyak sampel yang kami uji terbukti positif narkotika," ungkap Budi Haryanto.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan vape yang mengandung zat adiktif maupun narkotika dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan konsentrasi, penurunan kemampuan belajar, perubahan emosi yang tidak stabil, kecemasan, hingga ketergantungan. Dalam jangka panjang, paparan zat-zat tersebut juga berpotensi merusak kesehatan fisik dan mental serta mengganggu masa depan generasi muda.
BNN mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti menurunnya prestasi belajar, perubahan pola tidur, emosi yang mudah berubah, atau kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika melalui vape maupun media lainnya, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada BNN atau instansi terkait.
Budi Haryanto juga menegaskan bahwa BNN menyediakan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika secara gratis, profesional, dan rahasia. Langkah rehabilitasi dini dinilai sangat penting untuk membantu pengguna pulih dari ketergantungan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas bagi keluarga maupun lingkungan. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya vape dan penyalahgunaan narkotika perlu terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh anggapan bahwa vape merupakan produk yang aman atau sekadar tren gaya hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....