Kemenkes Perkuat Strategi Pengendalian DBD
- 06 Jul 2026 11:28 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Ranai - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan tercapainya nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2030. Target tersebut menjadi salah satu prioritas nasional mengingat Indonesia masih menghadapi beban penyakit dengue yang sangat tinggi.
Melansir dari @kemenkes_ri, berdasarkan data tahun 2025, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kematian akibat DBD terbanyak dan menjadi negara dengan beban kasus dengue tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Sekitar 17 persen dari total kematian akibat DBD di dunia dilaporkan terjadi di Indonesia.
Kemenkes menegaskan bahwa kematian akibat infeksi dengue sebenarnya dapat dicegah. Deteksi dini terhadap gejala, penanganan yang cepat, serta pengawasan ketat saat pasien memasuki fase kritis menjadi faktor utama dalam menekan angka kematian.
Apabila pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat waktu di fasilitas kesehatan, peluang untuk sembuh sangat besar. Karena itulah, target nol kematian dinilai bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang realistis untuk diwujudkan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan strategi pengendalian dengue melalui tiga komponen utama, yakni intervensi pada lingkungan, nyamuk, dan manusia. Ketiga pendekatan ini diharapkan mampu memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Pada aspek lingkungan, pemerintah terus mendorong pemberantasan sarang nyamuk melalui berbagai upaya, seperti modifikasi lingkungan, pembangunan sistem perpipaan air, menguras dan mendaur ulang wadah penampungan air, serta memperkuat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Langkah ini bertujuan mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk sehingga risiko penularan DBD dapat ditekan secara berkelanjutan.
Sementara itu, intervensi pada nyamuk dilakukan melalui larvasidasi, pengasapan atau fogging, penyemprotan mandiri, hingga pemanfaatan inovasi teknologi nyamuk Wolbachia. Teknologi Wolbachia saat ini telah diterapkan di lima kota di Indonesia sebagai bagian dari strategi pengendalian dengue yang lebih modern dan berkelanjutan.
Di sisi lain, intervensi terhadap masyarakat terus diperkuat melalui program Communication for Behavioural Impact (COMBI) yang bertujuan mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, pemerintah bersama pemerintah daerah juga terus memperluas cakupan vaksinasi demam berdarah yang kini telah dilaksanakan di 11 kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....