Mengatasi Gerakan Tutup Mulut pada Anak tanpa Paksaan

  • 06 Jul 2026 10:59 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Gerakan menutup mulut (GTM) saat hendak disuapi merupakan perilaku yang cukup sering terjadi pada anak, terutama pada masa MPASI maupun usia balita. Kondisi ini sering kali membuat orang tua merasa khawatir karena anak terlihat menolak makanan yang telah disiapkan.

Dilansir dari laman Alodokter, perlu dipahami bahwa anak yang menutup mulut belum tentu tidak lapar atau tidak menyukai makanan tersebut. Bisa saja mereka sedang merasa lelah, mengantuk, kenyang, atau ingin lebih mandiri saat makan sehingga memilih untuk menolak suapan.

Alih-alih memaksa anak membuka mulut, orang tua sebaiknya tetap bersikap tenang dan sabar. Memaksa anak makan justru dapat menciptakan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga mereka semakin enggan makan pada kesempatan berikutnya.

Cobalah mengamati penyebab anak menolak makanan. Jika ia tampak bosan, variasikan menu, bentuk, atau warna makanan agar terlihat lebih menarik dan mampu membangkitkan rasa ingin tahunya untuk mencoba.

Orang tua juga dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk makan sendiri sesuai kemampuan usianya. Meski prosesnya mungkin lebih berantakan, cara ini dapat melatih kemandirian sekaligus membuat anak merasa memiliki kendali saat waktu makan.

Suasana makan yang nyaman juga berperan penting dalam meningkatkan nafsu makan anak. Hindari memberikan tekanan, ancaman, atau membandingkan anak dengan saudara maupun teman seusianya karena hal tersebut dapat memicu stres saat makan.

Ajak seluruh anggota keluarga makan bersama jika memungkinkan. Anak cenderung belajar melalui contoh, sehingga melihat orang tua atau saudara menikmati makanan dapat mendorongnya untuk ikut mencoba tanpa perlu dipaksa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....