Kemenkes Targetkan Nol Kematian akibat DBD pada 2030
- 27 Jun 2026 18:22 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Menanggapi hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan nol kematian (zero kematian) akibat DBD pada tahun 2030 mendatang.
Berdasarkan data resmi Kemenkes, strategi utama pengendalian DBD bertumpu pada tiga komponen intervensi:
- Intervensi Lingkungan: Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
- Intervensi Nyamuk: Pengasapan, larvasidasi, hingga inovasi teknologi nyamuk Wolbachia di 5 kota.
- Intervensi Manusia: Program edukasi perilaku (COMBI) dan perluasan vaksinasi DBD di 11 kota.
Waspada Fase Kritis dan Tanda Bahaya
Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mengenali Fase Kritis (Hari 4-7). Pada fase ini, demam justru turun ke 37°C sehingga pasien seolah sembuh, padahal rentan terjadi kebocoran plasma darah yang mengancam nyawa.
Segera bawa pasien ke IGD jika muncul tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, mimisan/gusi berdarah, perut sakit parah, tangan-kaki dingin, kencing berkurang, atau kejang.
| Baca juga: Pentingnya 'Golden Period' Penanganan Stroke |
Edukasi Penanganan di Rumah
Kemenkes juga meluruskan mitos penanganan DBD:
- Fakta Obat: Hindari Ibuprofen dan Aspirin karena meningkatkan risiko perdarahan; gunakan Parasetamol.
- Fakta Jus Jambu: Jus jambu biji mengandung vitamin C, namun pasien tetap mutlak membutuhkan penanganan medis dan terapi cairan yang tepat untuk mencegah syok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....