Apakah Kopi Aman untuk Ibu Menyusui ,Seberapa Batas Aman yang diperbolehkan?
- 26 Jun 2026 18:02 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Secangkir kopi di pagi hari bisa terasa sepertiyelayan penyelamat terutama bagi ibu menyusui yang begadang semalaman menemani si kecil. Tapi begitu tegukan pertama itu masuk, muncul juga rasa was-was: apakah kafein ini ikut masuk ke ASI? Apakah bayi saya baik-baik saja?. Pertanyaan itu wajar sekali. Dan kabar baiknya kopi tidak harus sepenuhnya ditinggalkan setelah melahirkan. Yang perlu diperhatikan bukan soal boleh atau tidak, melainkan soal seberapa banyak.
Mengutip Medical News Today, kafein umumnya aman dikonsumsi oleh ibu menyusui dalam jumlah sedang. Menurut Dr. Thomas Hale dalam buku Medications and Mothers' Milk, kafein termasuk zat dengan risiko rendah bagi ibu menyusui. Hanya sekitar 1 persen kafein yang dikonsumsi ibu yang masuk ke dalam ASI, sehingga jumlahnya tergolong kecil dan tidak membahayakan bayi.
Temuan ini juga didukung oleh sebuah penelitian pada 2012 yang melibatkan 885 bayi di Brasil. Studi tersebut tidak menemukan pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur bayi usia 3 bulan yang disusui oleh ibu dengan konsumsi kafein. Meski demikian, konsumsi kafein tetap perlu dibatasi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan ibu menyusui untuk membatasi asupan kafein hingga 300 miligram (mg) per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi.
CDC juga mencatat bahwa konsumsi kafein berlebihan, misalnya lebih dari 10 cangkir kopi per hari, dapat menyebabkan bayi menjadi lebih rewel, gelisah, dan sulit tidur. Kadar kafein dalam ASI biasanya mencapai puncaknya sekitar satu hingga dua jam setelah ibu mengonsumsi kopi. Karena itu, ibu dapat memperhatikan respons bayi pada rentang waktu tersebut untuk melihat apakah muncul tanda-tanda sensitivitas terhadap kafein.
Lalu Bagaimana Kafein Masuk Ke Asi ?
Healthline menjelaskan bahwa sekitar 1 persen dari total kafein yang dikonsumsi ibu akan masuk ke dalam ASI. Hal ini terlihat dalam sebuah studi terhadap 15 ibu menyusui yang mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein antara 36-335 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 0,06-1,5 persen dari dosis kafein yang ditemukan dalam ASI. Saat dikonsumsi, kafein diserap oleh usus dan masuk ke aliran darah.
Selanjutnya, hati akan memproses dan memecahnya menjadi berbagai senyawa yang memengaruhi fungsi tubuh. Pada orang dewasa yang sehat, kafein biasanya bertahan di dalam tubuh selama tiga hingga tujuh jam. Namun, pada bayi, kafein dapat bertahan jauh lebih lama, yakni sekitar 65-130 jam. Hal ini terjadi karena fungsi hati dan ginjal bayi belum berkembang sempurna untuk memproses zat tersebut secara optimal.
Jadi, ibu menyusui tidak perlu sepenuhnya menghindari kopi. Selama dikonsumsi dalam batas wajar tidak lebih dari dua hingga tiga cangkir per hari kopi tetap aman dinikmati. Yang terpenting, perhatikan respons bayi. Jika si kecil tampak lebih rewel atau sulit tidur setelah ibu minum kopi, ada baiknya mengurangi asupan atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat saran yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....