Mengapa Pria Jauh Lebih Rentan Terkena Hemofilia

  • 27 Jun 2026 04:54 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hemofilia mungkin bukan penyakit yang terdengar asing lagi di telinga kita. Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa mayoritas penyandang gangguan pembekuan darah ini adalah pria, data medis menunjukkan bahwa pria memang jauh lebih rentan, bahkan hampir selalu menjadi pihak yang mewarisi kondisi ini dibandingkan wanita.

Melansir dari Halodoc, meskipun dapat dialami oleh siapa saja, hemofilia banyak dialami oleh para pria. Hal ini dikarenakan hemofilia salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Secara genetik, susunan kromosom pada perempuan adalah XX, sedangkan kromosom pada pria adalah XY, sementara, faktor pembekuan darah dipengaruhi oleh faktor X.

Ketika kromosom X pada wanita hilang, wanita masih memiliki satu gen kromosom X untuk proses pembekuan darah. Berbeda dengan pria, ketika kromosom X pada gennya menghilang, hal ini menyebabkan faktor pembekuan darah juga ikut menghilang, inilah sebabnya, para pria rentan mengalami kondisi hemofilia dibandingkan wanita.

Jika ada satu kromosom X yang hilang pada wanita, maka wanita tersebut tidak lantas memiliki kondisi hemofilia. Kondisi seperti ini membuat wanita menjadi pembawa penyakit hemofilia, namun tidak terjangkit, sehingga, wanita tersebut memiliki kemungkinan untuk menurunkan penyakit hemofilia pada keturunannya yang berjenis kelamin pria, sedangkan keturunan yang berjenis kelamin wanita akan menjadi pembawa penyakit (carrier) seperti ibunya.

Tanda-tanda atau gejala dari penyakit hemofilia berbeda pada tiap orang. Hal ini bergantung pada kondisi hemofilia yang dialami oleh tiap orangnya, pada pengidap hemofilia ringan mengalami perdarahan hanya ketika mereka memiliki luka, namun, pada pengidap hemofilia berat, perdarahan terjadi secara spontan meskipun tidak memiliki luka.

Selain itu, ada gejala lain yang sering terjadi pada pengidap hemofilia, seperti:

  1. Mudah memar pada bagian tubuh tertentu meskipun tidak mengalami benturan atau kecelakaan.
  2. Mengalami nyeri sendi dalam waktu yang cukup lama. Jika tidak segera ditangani nyatanya hal ini akan membuat kerusakan pada sendi.
  3. Gusi yang mudah berdarah secara tiba-tiba.
  4. Pengidap hemofilia kerap mengalami buang air yang disertai dengan munculnya darah dalam feses maupun urine.
  5. Pengidap hemofilia sering mengalami mimisan.
  6. Terkadang, pengidap hemofilia mengalami mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Meskipun hemofilia termasuk penyakit kronis yang belum bisa disembuhkan total, kemajuan medis saat ini sudah sangat pesat. Dengan terapi suntikan faktor pembekuan darah secara berkala, para pria penyandang hemofilia tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....