Dosen Poltekkes Kupang Edukasi Ibu Hamil Cegah Stunting
- 25 Jun 2026 14:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) mandiri di Puskesmas Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.
"Perawatan sehari-hari yang perlu dilakukan ibu hamil adalah menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, mandi dan mengganti pakaian secara teratur, serta memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup," demikian materi penyuluhan yang dibawakan Ketua Tim Abdimas, Dr. Ina Debora Ratu Ludji, S.Kp., M.Kes.
Dalam penyuluhan tersebut, ibu hamil juga diingatkan untuk tidur malam sedikitnya enam hingga tujuh jam dan menambah waktu istirahat siang selama satu hingga dua jam. Selain itu, calon ibu dianjurkan mulai merangsang pertumbuhan dan perkembangan janin dengan berbicara kepada bayi dalam kandungan serta melakukan sentuhan pada perut.
Dr. Ina menjelaskan bahwa hubungan suami istri selama masa kehamilan tetap dapat dilakukan selama kondisi kehamilan sehat dan tidak terdapat komplikasi yang berisiko bagi ibu maupun janin.
"Ibu hamil juga harus menghindari berbagai hal yang dapat membahayakan kesehatan dirinya maupun janin, seperti minum obat tanpa resep dokter, melakukan aktivitas berat yang menyebabkan kelelahan, merokok atau terpapar asap rokok, mengonsumsi minuman beralkohol atau jamu tertentu, mengalami stres berlebihan, serta tidur terlentang terlalu lama pada trimester kedua dan ketiga," kata Dr. Ina Debora Ratu Ludji.
Menurutnya, posisi tidur terlentang lebih dari 10 menit pada trimester kedua dan ketiga dapat meningkatkan risiko berkurangnya suplai oksigen kepada janin. Karena itu, ibu hamil dianjurkan memilih posisi tidur yang lebih aman dan nyaman sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Selain itu, terdapat sejumlah aktivitas fisik yang perlu dihindari selama kehamilan. Aktivitas tersebut antara lain jongkok terlalu lama, melompat, bersepeda yang berisiko mengganggu keseimbangan, membungkuk tanpa pegangan, serta mengejan yang tidak sesuai anjuran medis.
Pada trimester pertama, ibu hamil tetap dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan seperti pemanasan dan peregangan, senam panggul, pendinginan, serta mengikuti Kelas Ibu Hamil yang diselenggarakan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan selama masa kehamilan.
Dr. Ina juga menjelaskan bahwa selama sembilan bulan kehamilan, ibu akan mengalami peningkatan berat badan yang berbeda-beda sesuai status gizi sebelum hamil. Bagi ibu dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) kurang dari 18,5, kenaikan berat badan yang direkomendasikan berkisar antara 12,5 hingga 18 kilogram.
| Baca juga: saat Apotek Menjadi Harapan Warga |
"Sementara pada ibu dengan IMT lebih dari 30, rekomendasi kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar antara lima hingga sembilan kilogram. Kenaikan berat badan yang sesuai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan janin yang optimal," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ina turut menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fase paling menentukan dalam pembentukan kualitas kesehatan anak. Pada periode ini, pelayanan kesehatan harus dilakukan secara optimal sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Rekomendasi tersebut meliputi pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia enam bulan, melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua sampai tiga tahun, serta memastikan anak memperoleh imunisasi dasar lengkap.
Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, yakni Dr. Ina Debora Ratu Ludji, Oklan B.T. Liunokas, Yane Leo Mangi, Fransiskus S. Onggang, dan Cecilia Martha Evita Asy. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Bidan Koordinator Afliana J.F.I. Ngongo serta Ahli Gizi Ananda D.A.P. Benu dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....