Mengenal Preeklamsia, Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
- 26 Jun 2026 21:41 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Kehamilan merupakan masa yang membahagiakan bagi setiap calon ibu. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai selama masa kehamilan, salah satunya adalah preeklamsia. Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan baik.
Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Selain tekanan darah yang meningkat, kondisi ini juga sering disertai adanya protein dalam urine dan gangguan pada beberapa organ tubuh, seperti ginjal, hati, atau otak.
Hingga saat ini, penyebab pasti preeklamsia belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan perkembangan pembuluh darah pada plasenta. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia antara lain kehamilan pertama, usia ibu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, riwayat hipertensi, obesitas, diabetes, serta kehamilan kembar.
| Baca juga: Cara Tepat Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. |
Menurut beberapa sumber Gejala preeklamsia terkadang tidak disadari karena dapat berkembang secara perlahan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi tekanan darah tinggi, pembengkakan pada wajah dan tangan, sakit kepala yang berat, gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, nyeri pada perut bagian atas, serta penambahan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba.
Jika tidak segera ditangani, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia, yaitu kondisi yang ditandai dengan kejang pada ibu hamil. Selain itu, preeklamsia juga dapat menyebabkan kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, hingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi.
Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi preeklamsia sejak dini. Melalui pemeriksaan antenatal, tenaga kesehatan dapat memantau tekanan darah, kondisi janin, serta kesehatan ibu secara keseluruhan.
| Baca juga: Bercak Kasar di Kulit Bisa Jadi Berbahaya |
Untuk mengurangi risiko preeklamsia, ibu hamil dianjurkan menjaga pola makan sehat, berolahraga sesuai anjuran dokter, mengontrol berat badan, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin memeriksakan kehamilan sesuai jadwal.
Preeklamsia bukanlah kondisi yang dapat dianggap sepele. Dengan mengenali gejala dan faktor risikonya sejak dini, ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga hingga proses persalinan.
Sumber: Alodokter, Halodoc, Mayo clinic
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....