Jangan Langsung Tidur setelah Makan, Ini Risikonya

  • 26 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Setelah makan, terutama saat malam hari, banyak orang merasa mengantuk dan memilih langsung berbaring atau tidur. Meski terlihat nyaman, kebiasaan ini ternyata tidak baik bagi kesehatan. Para ahli menyarankan untuk memberi jeda waktu sebelum tidur agar proses pencernaan dapat berjalan dengan baik.

Saat seseorang langsung tidur setelah makan, posisi tubuh yang berbaring dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam atau GERD. Gejalanya bisa berupa rasa panas di dada, perut terasa tidak nyaman, hingga gangguan tidur karena sensasi terbakar pada tenggorokan.

Selain itu, tidur setelah makan juga dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, perut terasa penuh, kembung, dan tidak nyaman saat beristirahat. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, risiko kenaikan berat badan juga dapat meningkat karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk membakar kalori yang baru masuk.

Makan dalam porsi besar menjelang tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat. Tubuh yang seharusnya fokus beristirahat justru masih bekerja keras mencerna makanan. Akibatnya, tidur menjadi kurang nyenyak dan seseorang bisa bangun dalam keadaan tidak segar keesokan harinya.

Lalu, berapa lama sebaiknya menunggu sebelum tidur? Umumnya, para ahli menyarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Waktu tersebut membantu makanan bergerak dari lambung ke sistem pencernaan berikutnya sehingga mengurangi risiko gangguan lambung.

Jika merasa lapar menjelang tidur, pilihlah camilan ringan dan sehat seperti buah-buahan, yogurt, atau segelas susu hangat. Hindari makanan berlemak, pedas, atau dalam porsi besar yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Menjaga jarak waktu antara makan dan tidur merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan lambung, meningkatkan kualitas tidur, dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sumber : Mayo Clinic, Sleep Foundation, Healthline

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....