Kasus HIV/AIDS Baru di Bondowoso Capai 46 Orang

  • 09 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mencatat sebanyak 46 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Kabupaten Bondowoso selama Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, satu penderita dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bondowoso, dr. Habib Muzakki, mengatakan sebagian besar kasus ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan, bukan karena pasien secara sukarela melapor.

“Biasanya kita menemukan pasien HIV itu jarang orang itu yang lapor ke kita. Tapi dia periksa mungkin sakit apa, kita cek. Kita kan nakes kan tahu ya ciri khasnya HIV seperti apa. Langsung kita cek, ternyata positif,” kata Habib, Selasa, 9 Juni 2026.

Setelah dinyatakan positif, pasien langsung diberikan edukasi dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk terapi obat antiretroviral (ARV).

Namun, menurut Habib, tidak semua pasien bersedia menjalani pengobatan secara rutin. Dari 46 kasus baru yang ditemukan, hanya 25 orang yang tercatat menjalani pengobatan.

“Jadi di sini 46 orang, yang berobat ternyata 25,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, Dinkes Bondowoso melibatkan Kelompok Kerja (Pokja) HIV yang ada di setiap kecamatan bersama petugas puskesmas. Mereka secara aktif melakukan pendampingan kepada pasien, termasuk membantu mengambil dan mengantarkan obat ke rumah.

“Kadang kan pasien itu malu dia datang ke rumah sakit, jadi akhirnya teman-teman itu, baik PJ HIV di puskesmas atau teman-teman Pokja, mendampingi dan sampai mengantar obat ke rumah,” ungkapnya.

Habib menjelaskan HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjutan ketika daya tahan tubuh penderita sudah sangat menurun akibat infeksi HIV.

Menurutnya, HIV dapat ditularkan melalui kontak darah dan hubungan seksual berisiko. Kelompok rentan antara lain pekerja seks komersial (PSK), laki-laki suka laki-laki (LSL), serta ibu rumah tangga yang tertular dari pasangan.

“Ibu rumah tangga juga rentan. Karena apa? Ibu rumah tangga itu biasanya suaminya kerja di luar. Suaminya itu jajan. Pulang membawa oleh-oleh ke istrinya,” tutur Habib.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi dari ibu yang positif HIV kepada bayi, termasuk melalui air susu ibu (ASI).

Habib menegaskan HIV tidak menular melalui droplet atau percikan pernapasan seperti beberapa penyakit infeksi lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa terapi ARV berfungsi menekan perkembangan virus sehingga penderita dapat menjalani kehidupan normal jika terdeteksi dan diobati sejak dini.

“Kalau dia rajin ARV dari awal, ditemukan di gejala awal, mungkin dia bisa hidup normal dengan nyawanya, tidak ada masalah,” katanya.

Dinkes Bondowoso juga memastikan kerahasiaan identitas pasien HIV/AIDS tetap terjaga. Seluruh petugas kesehatan diwajibkan menjaga privasi pasien untuk mencegah stigma dan diskriminasi di masyarakat.

“Untuk HIV ini, teman-teman puskesmas itu benar-benar menjaga rahasia. Karena itu privasi. Apalagi HIV yang memang rentan menjadi omongan orang,” pungkas Habib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....