Dokter Imbau Masyarakat Rutin Skrining Otak

  • 07 Jun 2026 18:42 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Masyarakat diimbau untuk mulai memasukkan pemeriksaan kesehatan otak dalam agenda pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check-up. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi tumor otak lebih dini sebelum menimbulkan gejala serius.

Dokter Bedah Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Ryan Rhiveldi Keswani, mengatakan banyak kasus tumor otak di Indonesia ditemukan ketika ukurannya sudah besar sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Menurutnya, masyarakat sering kali baru memeriksakan diri setelah mengalami keluhan berat, padahal deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

"Jangan menunggu sampai ada gejala. Kalau memungkinkan, lakukan skrining otak secara berkala bersamaan dengan medical check-up," kata Ryan dalam talkshow Keluarga Sehat yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI.

Ia menjelaskan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala yang terjadi berulang dan semakin berat dari waktu ke waktu. Namun tidak semua sakit kepala menandakan tumor otak sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Ryan menambahkan, hingga kini penyebab pasti sebagian jenis tumor otak masih terus diteliti. Namun, faktor genetik dan pola hidup tidak sehat diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya gangguan tersebut.

"Makanan yang banyak mengalami proses pengolahan dan mengandung berbagai zat aditif sebaiknya dibatasi. Semakin dekat makanan dengan bentuk aslinya, semakin baik untuk kesehatan," ujarnya.

Selain deteksi dini, Ryan juga menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas penanganan tumor otak di Indonesia. Menurutnya, masih banyak pasien dari daerah yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan operasi, radioterapi, maupun kemoterapi.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan otak semakin meningkat sehingga penyakit dapat terdeteksi lebih awal dan peluang pemulihan pasien menjadi lebih baik.

"Otak adalah organ yang tidak bisa ditransplantasi dan kemampuan regenerasinya sangat terbatas. Karena itu, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi sangat penting," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....