HIV Tak Selalu Bergejala, Deteksi Dini Jadi Kunci
- 11 Mei 2026 12:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - HIV menjadi salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling berbahaya karena menyerang sistem kekebalan tubuh dan membuat penderita rentan terkena berbagai penyakit lain.
Dokter umum RSIA Galeri Candra, dr. Natasha Alzalsa menjelaskan dalam Dialog kesehatan di Pro 2 RRI Malang, HIV termasuk IMS karena penularannya paling sering terjadi melalui aktivitas seksual berisiko.
“HIV itu termasuk IMS karena rata-rata penularannya terjadi secara seksual,” ujarnya, Senin (11/10/2026).
Menurut dr. Natasha, bahaya HIV bukan hanya pada virusnya saja, tetapi karena kondisi imun tubuh penderita menjadi sangat lemah.
“Tubuh jadi gampang terkena penyakit lain. Nah penyakit-penyakit itulah yang nanti bikin kondisi tubuh makin lemah,” katanya.
Ia menjelaskan, HIV berbeda dengan AIDS. Seseorang dengan HIV belum tentu menunjukkan gejala, sedangkan AIDS merupakan kondisi ketika infeksi sudah menimbulkan gangguan kesehatan yang nyata.
“Kalau HIV biasanya orang merasa fine-fine aja. Tapi kalau AIDS itu sudah muncul gejala seperti berat badan turun, demam berkepanjangan, batuk berkepanjangan, nafsu makan menurun,” ujarnya.
dr. Natasha mengatakan, pasien HIV juga sering memiliki penyakit penyerta seperti tuberkulosis atau TBC. Karena itu, pasien dengan batuk lama biasanya juga dianjurkan menjalani pemeriksaan HIV.
“Pasien dengan HIV paling sering penyakit penyertanya adalah TBC,” katanya.
Ia menambahkan, pengobatan HIV memang tersedia, namun bukan untuk menyembuhkan total melainkan mengontrol jumlah virus di dalam tubuh.
“Obat HIV itu bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk menurunkan kadar virusnya,” ujarnya.
Pengobatan tersebut harus dilakukan seumur hidup meskipun kondisi pasien sudah membaik.
“Meski kadar virusnya sudah turun, pasien tetap harus minum obat selama hidup,” katanya.
dr. Natasha mengingatkan pentingnya pencegahan IMS melalui kesetiaan pada pasangan, penggunaan pengaman bagi yang sudah aktif secara seksual, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Kalau sudah aktif secara seksual harus pakai pengaman dan rutin kontrol kesehatan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....