Gigi Geraham Paling Rentan Berlubang
- 06 Mei 2026 09:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gigi geraham tercatat sebagai gigi yang paling sering mengalami kerusakan akibat karies. Struktur permukaan yang memiliki lekukan dalam serta posisi di bagian belakang mulut membuat gigi ini lebih sulit dibersihkan.
Dokter gigi spesialis konservasi gigi RS Hermina Samarinda, drg. Sely Septi Nugrahani menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi anatomi gigi geraham yang memiliki banyak cekungan atau fisur.
“Kalau kita perhatikan gigi geraham itu punya cekungan-cekungan yang kita sebut fisur. Sisa makanan akan terjebak di fisur tersebut. Letaknya juga di belakang, susah untuk dibersihkan,” ujarnya dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Gigi geraham pertama permanen menjadi gigi yang tumbuh lebih awal di belakang gigi susu, sekitar usia enam tahun. Masa pemakaian yang panjang membuat gigi ini memiliki risiko kerusakan lebih tinggi dibanding gigi lainnya.
“Gigi geraham juga adalah gigi permanen pertama yang tumbuh di belakang gigi susu. Artinya sudah lama digunakan,” katanya.
Secara klinis, gigi geraham pertama rahang bawah kanan dan kiri menjadi lokasi paling sering ditemukan karies, terutama pada anak dan remaja. Kondisi ini juga didukung berbagai literatur kedokteran gigi yang menyebutkan permukaan kunyah geraham mudah menjadi tempat penumpukan plak dan sisa makanan.
“Menurut pengalaman saya 10 tahun menjadi dokter gigi, paling banyak gigi berlubang adalah gigi geraham pertama rahang bawah kanan dan kiri,” ujarnya.
Kerusakan gigi geraham pada usia anak dapat berdampak pada fungsi kunyah serta perkembangan susunan gigi permanen. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan susunan gigi atau maloklusi jika tidak ditangani sejak dini.
Sebagai upaya pencegahan, dokter gigi dapat melakukan tindakan fissure sealant atau penutupan fisur pada permukaan gigi geraham.
“Fisurnya akan kita tutup, namanya fissure sealant. Bisa dilakukan saat gigi geraham sudah tumbuh sempurna,” katanya.
Ia menegaskan tindakan tersebut tetap harus melalui pemeriksaan dokter gigi untuk menentukan kebutuhan setiap pasien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....