Bleaching dan Vinir Gigi Tidak Bisa Sembarangan
- 06 Mei 2026 08:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Keinginan memiliki gigi putih sering mendorong masyarakat menempuh prosedur estetika seperti bleaching dan vinir. Dokter gigi spesialis konservasi gigi RS Hermina Samarinda, Sely Septi Nugrahani saat menjadi narasumber dalam obrolan Tonight corner health Pro 2 Samarinda dikutip Rabu, 6 Mei 2026 mengingatkan tindakan tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ia menjelaskan, warna gigi putih alami dipengaruhi persepsi visual, termasuk perbedaan warna kulit.
“Sebenarnya tidak terlalu putih, tapi kalau kita perhatikan, kenapa gigi orang di Afrika terlihat lebih putih dibanding Asia? Karena perbedaan warna kulit. Warna kulit lebih gelap membuat warna gigi terlihat lebih putih,” ujarnya.
Terkait keinginan memutihkan gigi, ia menyebut tindakan tersebut diperbolehkan dengan batas tertentu.
“Mau putih boleh saja. Tapi standar dokter tidak lebih putih dari warna putih mata,” katanya.
Menurutnya, warna gigi yang terlalu putih dapat mengganggu keseimbangan estetika wajah dan mengalihkan fokus saat berkomunikasi.
“Fokusnya bukan lagi ke mata, tapi ke gigi,” ucapnya.
Ia juga meluruskan perbedaan antara bleaching dan vinir yang kerap disalahartikan masyarakat.
“Kalau ada pasien datang ingin gigi putih, harus dilihat dulu masalahnya. Apakah hanya ingin mencerahkan atau mengubah bentuk,” jelasnya.
Bleaching dilakukan dengan mengoleskan bahan pada permukaan gigi selama 30 hingga 60 menit untuk mencerahkan warna. Sementara vinir merupakan prosedur pelapisan gigi untuk mengubah warna sekaligus bentuk, dengan hasil yang lebih dapat diprediksi.
““Bleaching hanya mencerahkan. Vinir itu seperti kuku palsu, tinggal ditempel. Warna bisa dipilih sesuai keinginan setelah diskusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasien dengan ekspektasi warna sangat putih cenderung tidak cocok menggunakan bleaching.
“Kalau ekspektasi tinggi, bleaching bisa membuat kecewa. Lebih disarankan vinir,” katanya.
Meski demikian, pemilihan warna tetap harus disesuaikan dengan kondisi wajah dan warna kulit pasien.
“Tidak semua bisa. Harus disesuaikan dengan bentuk wajah dan warna kulit. Kalau kulit gelap lalu memilih terlalu putih, hasilnya bukan terlihat bagus, tapi aneh,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....