Fenomena Pilates dan FOMO di Media Sosial

  • 24 Apr 2026 13:56 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga pilates semakin populer, terutama di kalangan anak muda dan pengguna aktif media sosial. Video workout estetik, studio yang minimalis, hingga gaya hidup sehat yang ditampilkan secara visual membuat pilates bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari tren gaya hidup. Di sinilah muncul fenomena menarik: pilates tidak hanya membentuk tubuh, tetapi juga membentuk perilaku sosial, termasuk FOMO (Fear of Missing Out).

Media sosial memainkan peran besar dalam membangun citra pilates sebagai aktivitas yang “wajib dicoba”. Konten yang menampilkan tubuh ideal, pakaian olahraga yang stylish, serta suasana kelas yang eksklusif menciptakan daya tarik tersendiri. Akibatnya, banyak orang merasa terdorong untuk ikut serta, bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga agar tidak merasa tertinggal dari tren yang sedang berkembang.

Perilaku FOMO muncul ketika seseorang merasa harus mengikuti apa yang sedang populer agar tetap relevan secara sosial. Dalam konteks pilates, FOMO dapat terlihat dari keinginan untuk ikut kelas tertentu, membeli outfit olahraga tertentu, hingga membagikan aktivitas tersebut di media sosial. Aktivitas yang awalnya bersifat personal dan menyehatkan berubah menjadi simbol status atau gaya hidup.

Namun, fenomena ini tidak sepenuhnya negatif. Di sisi positif, tren pilates dapat mendorong lebih banyak orang untuk mulai berolahraga dan memperhatikan kesehatan tubuh. Motivasi yang berasal dari media sosial bisa menjadi pemicu awal untuk membangun kebiasaan sehat. Tetapi, ketika motivasi tersebut didominasi oleh tekanan sosial, tujuan utamanya bisa bergeser.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang menyikapi tren ini. Mengikuti pilates sebaiknya didasarkan pada kebutuhan dan kenyamanan diri, bukan sekadar dorongan untuk terlihat ikut tren. Jika tidak, FOMO justru bisa menimbulkan tekanan, baik secara finansial maupun mental.

Pada akhirnya, fenomena pilates di media sosial menunjukkan bagaimana tren digital dapat memengaruhi perilaku individu. Penting untuk tetap sadar bahwa kesehatan adalah kebutuhan pribadi, bukan kompetisi sosial. Dengan sikap yang bijak, pilates bisa tetap menjadi aktivitas yang bermanfaat tanpa harus terjebak dalam tekanan FOMO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....