Dampak Kurang Tidur saat Puasa bagi Kesehatan Jantung

  • 24 Apr 2026 11:52 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Setiap bulan Ramadhan umat islam menjalankan ibadah puasa, tarawih, sahur, dan yang paling sering terjadi adalah jam tidurnya berkurang. Ketika malam harinya kita semangat melaksanakan shalat tarawih, kadang dilanjutkan dengan tadarus, kemudian pulangnya kadang agak larut, dan baru tidur beberapa jam alarm sahur sudah berbunyi.

Setelah subuh, sebagian orang akan langsung melanjutkan aktivitas bekerja. Siangnya mengantuk dan sorenya lemas. Siklus ini berulang hampir sebulan penuh. Banyak yang merasa hal tersebut wajar jika jam tidur berkuran. Nah pertanyaannya, aman atau tidak? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Secara fisiologis, orang dewasa itu rata-rata membutuhkan tidur sekitar 7 sampai 9 jam per hari. Tidur bukan sekedar memejamkan mata, tapi ada proses restorasi. Tekanan darah turun, denyut jantung melambat, hormon stres menurun, sel-sel tubuh kita melakukan perbaikan.

Otak juga membersihkan sisa metabolisme melalui sistem glimatik. Ketika tidur itu terganggu secara kronis, maka tubuh itu masuk ke mode stres. Hormon kortisol akan meningkat, tekanan darah cenderung meningkat, aktivitas insulin menurun, nafsu makan meningkat karena ada perubahan hormon leptin dan grelin. Nah, ini penyebabnya kenapa orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah lapar dan berat badannya itu pelan-pelan naik.

Dalam konteks puasa, kurang tidur bisa memperparah rasa lemas. Bukan karena puasanya yang salah, tapi karena tubuhnya tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup. Banyak yang menyalahkan puasanya. Padahal yang terganggu adalah ritme sirkadian. Jangan sampai Ramadan menjadi bulan ibadah semangat, tapi pola hidup menjadi berantakan. Dan jantung akan terus bekerja sesuai hukum fisiologi meskipun saat bulan ramadhan.

Istirahat yang cukup akan bernilai positif jika diniatkan untuk menjaga kesehatan dan memperkuat ibadah. Jika tidurn kita cukup misalnya di siang hari, maka kita akan lebih khusyuk saat melakukan shalat malam, dan lebih fokus baca Al-Qur'an. Tentu itu adalah kebaikan. Islam sangat menekankan keseimbangan.

Rasuluah sallallahu alaihi wasallam tidak mengajarkan ibadah yang merusak tubuh. Bahkan beliau melarang sahabat yang ingin ibadah ekstrem tanpa ada istirahat. Tubuh tetap punya hak yang harus dipenuhi. Kurang tidur dalam jangka pendek mungkin terasa hanya sebagai rasa kantuk. Tapi dalam jangka panjang resiko yang muncul itu cukup serius. Hipertensi, gangguan irama jantung, penurunan daya tahan tubuh, bahkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Bagi penderita tekanan darah tinggi, kurang tidur juga bisa membuat tekanan darah sulit terkontrol.

Sistem saraf simpatik tetap aktif saat malam sehingga jantungnya itu tidak mendapatkan fase istirahat yang optimal. Bagi penderita diabetes, kurang tidur juga bisa membuat gula darah lebih sulit, stabil. Kombinasi antara puasa, pola makan yang berubah, dan tidur yang terganggu bisa menciptakan fluktuasi metabolik yang tidak ideal dan cenderung membahayakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....