Yayasan Phapeda Dalami Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Indonesia

  • 17 Apr 2026 12:16 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni- Upaya mencari solusi nyata atas persoalan sampah di daerah mendorong Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) Teluk Bintuni melakukan pembelajaran langsung ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan studi tiru tersebut diawali dengan kunjungan ke Rumah Plastik Mandiri di Kabupaten Buleleng, Bali, pada 10–11 April 2026. Dalam kunjungan itu, rombongan yang dipimpin pendiri Yayasan Phapeda, Harlina Husain, mempelajari proses pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.

Pemilik Rumah Plastik Mandiri, Eka Darmawan, menjelaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya sebelum didaur ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual.

“Di sini kami fokus mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis,” ujar Eka. Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Setelah dari Bali, rombongan melanjutkan kunjungan ke Jakarta dan Bekasi. Di Jakarta, Yayasan Phapeda belajar pengelolaan Bank Sampah di Yayasan Kumala yang dipimpin Dindin Komarudin di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok.

Dalam sesi diskusi, Dindin yang akrab disapa Abah Dindin mengungkapkan bahwa Yayasan Kumala saat ini membina 72 Bank Sampah Unit. Selain itu, yayasan tersebut juga aktif memberdayakan anak-anak jalanan melalui program pembinaan dan pelatihan keterampilan.

Sebanyak tujuh anak jalanan kini tinggal dan dibina di yayasan, sementara dua lainnya masih berada di kolong jembatan. Mereka diajarkan membuat kerajinan tangan dari sampah kertas yang memiliki nilai ekonomis.

“Kami juga memiliki 14 karyawan yang mendukung operasional yayasan,” jelas Abah Dindin, yang pernah menerima penghargaan Kalpataru pada 5 Juni 2024.

Kunjungan dilanjutkan ke Karang Taruna Desa Muara Bakti di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Di lokasi ini, rombongan mempelajari peran generasi muda sebagai motor penggerak kebersihan lingkungan.

Ketua Karang Taruna Desa Muara Bakti, Wais Alqodri, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di desanya melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga orang tua yang berperan sebagai penggerak dan pengawas.

Ketua Yayasan Phapeda, Cristin Mustamu, menyampaikan apresiasi atas berbagai ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan. Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan sampah di Teluk Bintuni.

“Semoga sharing ini menjadi bekal bagi kami untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di daerah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....