Sering Pakai Inhaler? Ini Efek Negatifnya

  • 13 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember, Inhaler menjadi alat bantu pernapasan yang umum digunakan oleh penderita asma dan gangguan saluran napas lainnya. Penggunaannya yang praktis membuat inhaler sering diandalkan untuk meredakan sesak napas secara cepat. Namun, penggunaan inhaler secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

Dalam dunia medis, inhaler umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi seperti Asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Meski bermanfaat, penggunaannya tetap harus sesuai dosis dan petunjuk dokter.

Berikut beberapa efek negatifnya jika digunakan berlebih dilansir dari mayoclinic.org :

1. Detak Jantung Meningkat (Palpitasi)

Beberapa jenis inhaler, terutama yang mengandung bronkodilator, dapat memicu jantung berdebar jika digunakan terlalu sering.

2. Tremor atau Gemetar

Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti tangan gemetar, terutama pada inhaler jenis pereda cepat.

3. Iritasi Tenggorokan dan Mulut

Penggunaan inhaler yang tidak diikuti dengan berkumur dapat menyebabkan iritasi, bahkan infeksi jamur di mulut.

4. Ketergantungan Psikologis

Sebagian pengguna bisa merasa “harus” menggunakan inhaler setiap saat, meskipun tidak dalam kondisi darurat.

5. Efektivitas Menurun

Jika terlalu sering digunakan, tubuh bisa menjadi kurang responsif terhadap obat, sehingga efeknya tidak lagi maksimal saat benar-benar dibutuhkan.

Inhaler merupakan alat yang sangat membantu bagi penderita gangguan pernapasan. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan anjuran medis agar tidak menimbulkan efek samping. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan inhaler secara sembarangan dan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gangguan pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....