PIONEER: Gaya Hidup Indoor Picu Kekurangan Vitamin D

  • 28 Mar 2026 15:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, menghadapi fenomena kekurangan vitamin D meski hidup di negara tropis dengan paparan sinar matahari melimpah. Kondisi ini dipicu oleh gaya hidup yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan serta kebiasaan menghindari sinar matahari.

Hal tersebut disampaikan Nadya dan Kirana dari komunitas Pioneer Fakultas Farmasi Universitas Jember dalam dialog “Jaga Malam” Pro 2 RRI Jember. Rabu 25 Maret 2026.

Kirana menjelaskan, sinar matahari memiliki peran penting dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D, khususnya melalui paparan sinar UVB.

“Matahari ibarat saklar utama untuk mengaktifkan fungsi tubuh, terutama dalam membantu penyerapan kalsium untuk kesehatan tulang,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanpa paparan sinar matahari yang cukup, kalsium dari makanan tidak dapat diserap secara optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan tulang rapuh hingga osteoporosis dini.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, kekurangan sinar matahari juga berpengaruh pada kesehatan mental. Paparan cahaya alami membantu tubuh memproduksi hormon serotonin yang berperan dalam menjaga suasana hati.

“Kurangnya sinar matahari bisa membuat seseorang lebih mudah merasa sedih, lelah, bahkan overthinking,” kata Kirana.

Sementara itu, Nadya menambahkan bahwa sinar matahari pagi juga penting untuk mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

“Paparan cahaya pagi membantu tubuh mengenali waktu bangun dan tidur. Jika tidak terpenuhi, bisa memicu gangguan tidur,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan melakukan aktivitas berjemur secara rutin. Waktu terbaik adalah pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga 10.00, dengan durasi 10 hingga 15 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Paparan sinar matahari disarankan mengenai bagian tubuh seperti lengan dan kaki, serta tidak terhalang kaca karena dapat menghambat masuknya sinar UVB.

Nadya dan Kirana mengingatkan bahwa sinar matahari merupakan sumber kesehatan yang mudah dan gratis, sehingga perlu dimanfaatkan secara bijak.

“Jangan menunggu sampai tubuh bermasalah. Mulailah membiasakan diri berjemur untuk menjaga kesehatan,” kata nadhya.

” Mulai besok yuk keluar sebentar kena sinar matahari dan isi ulang energi tubuh kita.” Kata Kirana, Mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....