Tips Ampuh Cegah Mabuk Perjalanan saat Berkendara
- 18 Mar 2026 15:24 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Mabuk perjalanan atau motion sickness merupakan kondisi tidak nyaman yang sering kali muncul akibat adanya ketidakselarasan antara sinyal yang diterima oleh mata dan telinga bagian dalam. Fenomena ini biasanya ditandai dengan gejala pusing, mual, hingga keringat dingin yang dapat mengganggu kenyamanan selama menempuh perjalanan jauh. Salah satu langkah awal yang sangat efektif untuk meminimalisir risiko ini adalah dengan memperhatikan posisi duduk yang paling stabil di dalam kendaraan.
Bagi mereka yang menggunakan mobil, duduk di kursi depan atau menjadi pengemudi merupakan pilihan terbaik karena pandangan mata dapat tetap fokus pada titik cakrawala yang stabil di depan. Sebaliknya, duduk di kursi belakang atau membaca buku dan bermain gawai sangat tidak disarankan karena aktivitas tersebut memaksa mata fokus pada benda statis di dalam kabin sementara tubuh merasakan pergerakan kendaraan. Fokus pada pemandangan yang jauh di luar jendela dapat membantu otak menyelaraskan informasi gerak dengan lebih baik sehingga rasa mual tidak muncul.
Pengaturan sirkulasi udara di dalam kabin kendaraan juga memegang peranan penting dalam menjaga kondisi fisik penumpang agar tetap bugar selama di perjalanan. Udara yang pengap atau aroma wewangian mobil yang terlalu menyengat sering kali menjadi pemicu utama timbulnya rasa mual yang mendadak. Membuka sedikit kaca jendela untuk mendapatkan aliran udara segar alami atau menggunakan aromaterapi seperti aroma pepermin dan lemon dapat memberikan efek relaksasi pada sistem saraf pencernaan.
Selain posisi duduk dan udara, pola makan sebelum memulai perjalanan juga perlu diperhatikan dengan saksama agar lambung tidak berada dalam kondisi yang terlalu penuh atau terlalu kosong. Mengonsumsi makanan berat yang terlalu berlemak atau pedas tepat sebelum berangkat dapat memicu produksi asam lambung berlebih yang memperparah gejala mabuk darat. Disarankan untuk mengonsumsi camilan ringan dan menjaga hidrasi tubuh dengan air putih secukupnya agar keseimbangan cairan di dalam telinga tengah tetap terjaga dengan baik.
Jika perjalanan menempuh rute yang berkelok atau macet, pengemudi diharapkan dapat menjaga ritme berkendara yang halus dengan menghindari pengereman mendadak atau akselerasi yang terlalu tajam. Guncangan yang ekstrem akan memberikan stimulasi berlebihan pada sistem keseimbangan tubuh yang memicu respon penolakan dari otak berupa rasa pening. Melakukan istirahat sejenak di tempat terbuka setiap dua jam sekali sangat membantu tubuh untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap keseimbangan posisi sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
Terakhir, penggunaan bantuan alami seperti jahe hangat atau permen jahe dapat menjadi solusi tradisional yang efektif untuk meredakan kontraksi lambung akibat mabuk perjalanan. Kandungan senyawa alami dalam jahe memiliki efek menenangkan yang serupa dengan beberapa jenis obat antimabuk namun tanpa memberikan efek kantuk yang berlebihan. Dengan mengombinasikan persiapan fisik yang matang dan pengaturan posisi duduk yang tepat, pengalaman berkendara jarak jauh akan terasa jauh lebih menyenangkan dan bebas dari gangguan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....