Mengenal 'DOSE': Empat Hormon Kunci Pengendali Kebahagiaan Manusia
- 16 Mar 2026 11:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebahagiaan seringkali dianggap sebagai kondisi emosional yang abstrak, namun secara medis, perasaan tersebut merupakan hasil dari reaksi kimiawi yang kompleks di dalam otak. Dalam dialog Dokter Etam pada Kamis, 5 Maret 2026 di RRI Samarinda, Laurencia Enny Pantjalina, mengungkapkan bahwa manusia memiliki sistem "The Happy Chemicals" yang dapat diaktifkan secara mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental.
Sistem kimiawi kebahagiaan ini disingkat menjadi DOSE, yang terdiri dari Dopamin, Oksitosin, Serotonin, dan Endorfin. Keempat hormon ini diproduksi oleh kelenjar endokrin dan diatur oleh otak, khususnya bagian hipotalamus. Laurencia menjelaskan bahwa setiap hormon memiliki pemicu spesifik yang bisa kita kendalikan melalui aktivitas sehari-hari.
"Bahagia itu bukan sekadar perasaan, tapi ternyata di sana itu ada proses kimia di dalam otak kita," ujar Laurencia dalam siaran tersebut. Ia menekankan bahwa dengan memahami cara kerja hormon-hormon ini, seseorang tidak perlu menunggu kebahagiaan datang dari luar, melainkan bisa "menjemputnya" melalui tindakan kecil yang terencana.
Dopamin dikenal sebagai hormon pencapaian yang memicu motivasi, sementara Oksitosin adalah hormon kasih sayang yang muncul melalui ikatan sosial. Serotonin berperan sebagai penyeimbang suasana hati, dan Endorfin bertindak sebagai pereda nyeri alami. Ketidakseimbangan pada salah satu hormon ini seringkali menjadi pemicu stres dan gangguan suasana hati (mood swing).
Laurencia juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan hormon ini, terutama di era digital di mana interaksi fisik sering tergantikan oleh gawai. Penurunan hormon Oksitosin, misalnya, dapat terjadi karena kurangnya sentuhan fisik dan apresiasi langsung dalam hubungan antarmanusia.
"Ternyata di jiwa itu kita bisa mengendalikan ternyata mood kita. Kalau hari ini rasa enggak nyaman, tidak tenang, itu bisa menghasilkan, bisa kita buat supaya bahagia," kata Laurencia menambahkan. Hal ini menjadi pesan penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa melalui langkah-langkah medis yang sederhana.
Sebagai penutup, Laurencia menyarankan masyarakat untuk mulai mempraktikkan "self-reward" yang sehat dan memperbanyak aktivitas luar ruangan untuk memicu produksi serotonin secara alami, guna menjaga stabilitas mental di tengah kesibukan harian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....