KPA Kota Kupang Ubah Strategi Edukasi HIV/AIDS

  • 16 Mar 2026 08:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang mulai mengubah pendekatan edukasi terkait pencegahan HIV/AIDS dengan menekankan konsekuensi jangka panjang yang harus dijalani oleh seseorang jika terinfeksi virus tersebut.

Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius T. Bore atau yang kerap disapa Jems Bore dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Senin, 16 Maret 2026 mengatakan, pendekatan sosialisasi yang selama ini terlalu menitikberatkan pada teori medis dinilai kurang efektif dalam menyentuh kesadaran masyarakat, khususnya kalangan remaja yang rentan terpapar perilaku berisiko.

Jems Bore menjelaskan bahwa pendekatan baru lebih menekankan realitas yang harus dijalani oleh penderita HIV, terutama ketergantungan terhadap obat antiretroviral (ARV) sepanjang hidup.

“Konsekuensi terbesar yang harus ditanggung adalah suka tidak suka, mau tidak mau, kalau ingin tetap sehat dan berumur panjang, maka harus minum obat seumur hidup, yaitu obat ARV,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang sebenarnya sudah mengetahui tentang HIV, namun sering menyepelekan risiko penularan karena merasa masih sehat dan tidak mengalami gejala apa pun. Padahal, pada tahap awal infeksi, virus HIV sering kali tidak menunjukkan tanda fisik yang jelas.

“Jangan sampai seseorang berpikir selama ini memiliki perilaku berisiko tetapi merasa sehat-sehat saja sehingga menganggap belum terinfeksi. Pemahaman seperti itu keliru,” katanya.

KPA Kota Kupang kini juga lebih menyoroti fenomena perilaku sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk dampaknya terhadap kesehatan keluarga. Edukasi tidak hanya difokuskan pada individu, tetapi juga diperkuat di lingkungan keluarga.

Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak, mengingat perangkat digital kerap menjadi pintu masuk berbagai konten negatif, termasuk pornografi maupun praktik prostitusi daring.

Selain itu, KPA menurut Jems, juga mendorong pembentukan pendidik sebaya di sekolah-sekolah. Program ini bertujuan menjadikan siswa sebagai duta informasi yang dapat mengedukasi teman-teman mereka mengenai bahaya pergaulan bebas dan risiko penularan HIV/AIDS.

Melalui pendekatan antar teman sebaya, para remaja diharapkan mampu saling mengingatkan serta menjadi tempat berbagi cerita yang aman bagi rekan-rekan mereka yang menghadapi tekanan lingkungan sosial.

Di sisi lain, KPA bersama pemerintah daerah juga terus melakukan penjangkauan ke berbagai lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas berisiko, termasuk tempat-tempat yang sering digunakan sebagai lokasi transaksi seksual secara terselubung. Pada lokasi tersebut, tim memberikan edukasi sekaligus menyediakan layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan HIV secara sukarela tanpa biaya.

Perubahan strategi edukasi yang menekankan realitas konsekuensi medis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berperilaku serta memperkuat kontrol sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

KPA Kota Kupang menilai penguatan edukasi, pengawasan keluarga, serta kesadaran individu menjadi faktor penting dalam menekan laju penyebaran HIV/AIDS di wilayah Kota Kupang. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....