Cek Level “Kotor” Usus Selama Ramadan
- 25 Feb 2026 05:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID - Malang: Kondisi usus yang kurang sehat dapat secara signifikan memengaruhi tingkat energi harian serta kestabilan suasana hati seseorang. Gangguan pencernaan yang berlangsung terus-menerus juga dapat berdampak pada metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon secara keseluruhan.
Level ringan biasanya ditandai dengan keluhan sering masuk angin serta kesulitan buang air besar secara teratur. Gejala lain yang menyertai meliputi keinginan mengonsumsi makanan manis berlebihan, sakit kepala, serta perubahan emosi.
Pada tahap awal ini, banyak orang sering menganggap keluhan tersebut sebagai hal biasa. Padahal kondisi ringan tersebut dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Level sedang umumnya ditandai dengan kambuhnya penyakit maag atau munculnya gejala GERD saat puasa. Perut terasa semakin buncit, reaksi alergi muncul, bahkan dapat disertai gangguan kualitas tidur.
Selain itu, sebagian orang juga mengalami perubahan atau siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Gangguan pencernaan berkepanjangan seperti ini dapat memengaruhi keseimbangan sistem tubuh lainnya secara menyeluruh.
Sementara pada level berat, keluhan dapat mencakup asam lambung parah atau kondisi Laryngopharyngeal Reflux (LPR). Kondisi tersebut sering kali disertai obesitas, kadar kolesterol tinggi, hingga gangguan autoimun.
Beberapa kasus bahkan dikaitkan dengan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) serta munculnya gangguan kecemasan berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan usus memiliki peran sangat besar dalam menjaga kesehatan menyeluruh.
Ahli kesehatan secara umum menyarankan penerapan pola makan seimbang serta asupan serat cukup setiap hari. Pengaturan menu sahur dan berbuka secara tepat membantu menjaga fungsi usus tetap optimal selama puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....