Penyebab Fatty Liver

  • 22 Feb 2026 04:58 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Penyakit hati berlemak atau Fatty Liver terjadi ketika ada penumpukan lemak yang berlebih di sel-sel hati. Secara umum, kondisi ini terbagi menjadi dua kategori utama yaitu, lemak hati karena alkohol dan lemak hati non-alkohol (NAFLD).

Berikut adalah poin-poin utama penyebab dan faktor risikonya:

  1. Gaya Hidup dan Pola Makan
    Ini adalah penyebab paling umum di era modern. Konsumsi kalori yang jauh melebihi energi yang dibakar menyebabkan sisa energi disimpan sebagai lemak di hati.
    Konsumsi Gula Tinggi: Terutama fruktosa yang banyak ditemukan dalam minuman kemasan dan camilan manis.
    Karbohidrat Berlebih: Nasi putih, roti, dan pasta yang dikonsumsi berlebihan akan diubah menjadi lemak oleh hati.
    Kurang Aktivitas Fisik: Sedentari atau jarang bergerak membuat proses pembakaran lemak tidak optimal.
  2. Kondisi Medis (Metabolik)
    Lemak hati sering kali merupakan bagian dari "sindrom metabolik". Faktor risikonya meliputi:
    Obesitas: Terutama jika lemak menumpuk di area perut (lemak visceral).
    Diabetes Tipe 2: Atau kondisi resistensi insulin, di mana sel tubuh tidak merespons hormon insulin dengan baik, sehingga lemak menumpuk di hati.
    Kolesterol Tinggi: Kadar trigliserida atau kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dalam darah.
  3. Konsumsi Alkohol Berlebihan
    Alkohol bersifat toksik bagi hati. Ketika hati mencoba memecah alkohol, proses kimia yang dihasilkan dapat merusak sel hati dan memicu penumpukan lemak secara cepat. Kondisi ini disebut Alcoholic Fatty Liver Disease (AFLD).
  4. Faktor Lainnya
    Dalam beberapa kasus, fatty liver bisa disebabkan oleh hal-hal yang kurang umum:
    Efek Samping Obat: Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang (seperti steroid atau tamoxifen).
    Penurunan Berat Badan Drastis: Diet ekstrem yang terlalu cepat justru bisa membebani kerja hati.
    Infeksi: Seperti Hepatitis C.
    Genetik: Faktor keturunan yang memengaruhi bagaimana tubuh mengolah lemak.

Hati berlemak sering kali dijuluki "silent killer" karena sering tidak bergejala pada tahap awal. Namun, beberapa orang mungkin merasakan:

. Rasa lelah yang berlebihan.

. Ketidaknyamanan atau nyeri tumpul di perut kanan atas.

. Perut membuncit.

Jika dibiarkan tanpa perubahan gaya hidup, fatty liver bisa berkembang menjadi peradangan (steatohepatitis), sirosis (pengerutan hati), hingga kanker hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....