Mitos Donor Darah Diluruskan, Nyawa Anak Dipertaruhkan

  • 17 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Masih banyak masyarakat yang ragu mendonorkan darah karena berbagai mitos yang beredar, mulai dari takut gemuk hingga khawatir badan lemas berkepanjangan. Padahal, di balik keraguan tersebut, ada anak-anak yang setiap bulan menunggu darah untuk bisa bertahan hidup.

Isu tersebut dibahas tuntas dalam Dialog Interaktif Malang Siang Ini di RRI Malang Dr. dr. Ariani, M. Kes., SpA (K) Dokter spesialis anak RSSA bidang medis pengurus PDDI Jatim, Kamis (5/2/2026) pagi dengan tema “Kenapa Pasien Anak Sangat Butuh Donor Darah? Mitos vs Fakta . Dialog ini secara khusus mengupas perbedaan antara mitos dan fakta seputar donor darah.

dr. Ariani menepis anggapan bahwa donor darah menyebabkan kegemukan. “Banyak yang takut donor darah karena takut gemuk, padahal donor darah justru membantu metabolisme tubuh dan regenerasi sel darah. Yang membuat gemuk adalah nafsu makan yang meningkat setelah donor, bukan proses donornya itu sendiri,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, PMI memastikan seluruh proses donor darah dilakukan sesuai standar medis. Calon pendonor harus melalui skrining ketat, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga berat badan minimal. Seluruh alat yang digunakan bersifat steril dan sekali pakai sehingga aman bagi pendonor.

Selain membantu pasien, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. Tubuh akan terdorong memproduksi sel darah merah baru, sementara risiko penyakit jantung tertentu dapat ditekan. Dengan kata lain, donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang juga berdampak positif bagi kesehatan diri sendiri.

Melalui dialog ini, RRI Malang mengajak masyarakat untuk tidak lagi terjebak pada mitos, melainkan bergerak pada aksi nyata. Donor darah bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan mendesak bagi anak-anak yang hidupnya bergantung pada kepedulian sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....