FSTeM UB Hadirkan Pakar Dunia Ajarkan Aplikasi Matematika Medis dan Industri

  • 20 Jul 2026 10:53 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat internasionalisasi pendidikan dengan menghadirkan akademisi dari Malaysia dan Pakistan dalam rangkaian program Adjunct Professor. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori matematika, tetapi juga penerapannya untuk menjawab persoalan nyata di bidang kesehatan hingga industri.

Program yang digelar Program Studi Sarjana Matematika, Departemen Matematika FSTeM UB tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik internasional sekaligus mendukung pengembangan riset dan pembelajaran berbasis global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ketua Program Studi Sarjana Matematika FSTeM UB, Ummu Habibah, S.Si., M.Si., Ph.D. mengatakan, kolaborasi dengan akademisi internasional penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran dan penelitian di bidang matematika terapan.

"Topik yang dibawakan sangat relevan dengan perkembangan sains komputasi saat ini. Sesi hands-on memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana teori matematika diterapkan dalam menyelesaikan persoalan riil di bidang industri maupun medis," katanya, Senin (20/7/2026).

Rangkaian program menghadirkan Dr. Mohana Sundaram Muthuvalu, Associate Professor dari Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia, yang memberikan materi mengenai penerapan Finite Element Method (FEM) untuk analisis termal menggunakan MATLAB serta metode komputasi dalam memprediksi pertumbuhan tumor otak.

“Melalui praktik langsung menggunakan perangkat lunak MATLAB, mahasiswa dikenalkan pada pemanfaatan metode numerik untuk mendukung pengembangan teknologi kesehatan dan analisis rekayasa,” ungkapnya.

Selain itu, FSTeM UB juga menghadirkan Prof. Dr. Sohail Nadeem dari Quaid-i-Azam University, Pakistan akademisi bereputasi internasional dengan H-index Scopus 84. Dalam kuliah tersebut, ia membahas pemodelan numerik menggunakan Metode Elemen Hingga untuk analisis aerodinamika pesawat serta Metode Volume Hingga untuk pemodelan aliran darah.

“Materi tersebut memperlihatkan bagaimana matematika modern berperan penting dalam pengembangan teknologi penerbangan sekaligus mendukung inovasi di bidang kesehatan melalui simulasi sistem kardiovaskular,” tuturnya.

Seluruh rangkaian kuliah berlangsung secara daring dan menjadi bagian dari mata kuliah Kapita Selekta Sains Komputasi. Selain mahasiswa Program Studi Sarjana Matematika, kegiatan juga diikuti mahasiswa lintas program studi sehingga diskusi berlangsung interaktif, terutama mengenai pemrograman, mekanika fluida, hingga komputasi medis.

Menurut Ummu Habibah, program Adjunct Professor tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional serta akses terhadap berbagai program akademik global di bidang Mathematical Modelling dan Numerical Computation.

"Melalui kegiatan ini mahasiswa memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan riset dunia sekaligus mengetahui berbagai peluang kolaborasi dan studi lanjut di tingkat internasional," katanya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....