SMKPP Negeri Mataram Bekali Guru Jadi Penggerak Budidaya Cabai di Sekolah
- 16 Jul 2026 08:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Keberhasilan program budidaya cabai di lingkungan sekolah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit, tetapi juga kemampuan guru dalam membimbing peserta didik. Karena itu, SMK Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Mataram terlebih dahulu membekali guru-guru dari berbagai sekolah melalui pelatihan budidaya cabai sebelum program dijalankan.
Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, mengatakan pelatihan tersebut diikuti guru perwakilan dari SMA, SMK, dan SLB di Pulau Lombok. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai persiapan agar setiap sekolah memiliki tenaga pendidik yang memahami teknik budidaya cabai secara benar.
"Sebelumnya kami sudah mengadakan pelatihan bagi guru-guru perwakilan dari masing-masing sekolah sebelum gerakan ini dilaunching," ungkapnya, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Sugiarta, pelatihan tidak hanya dilaksanakan di lingkungan SMKPP Negeri Mataram, tetapi juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta melalui pendampingan langsung ke sekolah-sekolah. Selain itu, sekolah juga menggelar pelatihan intensif selama satu hari bagi guru perwakilan dari masing-masing satuan pendidikan.
"Kita sudah mengadakan pelatihan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, ada juga yang kami turun langsung ke sekolah, dan ada pelatihan sehari di sekolah untuk guru-guru perwakilan masing-masing sekolah," tuturnya.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan disusun secara menyeluruh, mulai dari teknik pembibitan, penanaman, perawatan tanaman hingga penanganan pascapanen. Dengan bekal tersebut, guru diharapkan mampu mendampingi siswa saat melaksanakan budidaya cabai di sekolah.
"Guru-guru itu kami latih sehari bagaimana mengenali pembibitan sampai dengan penanaman dan pascapanen, sehingga nanti menjadi motor penggeraknya di masing-masing sekolah," ucapnya.
Sugiarta menilai guru memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan program. Pengetahuan yang dimiliki tenaga pendidik akan menjadi bekal untuk membimbing peserta didik sekaligus memastikan kegiatan budidaya tanaman dapat terus berjalan setiap tahun.
Menurutnya, pelatihan juga menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dengan pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis praktik. Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Ia optimistis program akan memberikan dampak lebih luas apabila seluruh sekolah memiliki guru yang mampu menjadi penggerak sekaligus pendamping bagi peserta didik dalam mengembangkan budidaya cabai.
"Harapan kami, guru-guru yang sudah mendapatkan pelatihan dapat meneruskan ilmu yang diperoleh kepada siswa sehingga program ini bisa berjalan secara berkelanjutan di setiap sekolah," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....