Senyum dan Salam Warnai Perubahan Siswa Baru di SMPN 15 Mataram

  • 20 Jul 2026 20:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perubahan perilaku peserta didik baru mulai terlihat sejak pelaksanaan pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga rangkaian MPLS di SMP Negeri 15 Mataram. Kebiasaan sederhana seperti menyapa guru lebih dulu, tersenyum, hingga membangun komunikasi yang santun menjadi indikator awal keberhasilan pendidikan karakter yang ditanamkan sekolah.

Ketua Panitia MPLS SMPN 15 Mataram, Lutfi Qurratul Aini, mengatakan pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan MPLS Ramah 2026. Karena itu, seluruh materi dan aktivitas selama MPLS dirancang tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembiasaan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau hasil secara instan mungkin yang bisa kita lihat adalah perilaku anak-anak. Ketika awal pra-MPLS mereka datang ke sekolah, mereka hanya bersalaman saja tanpa senyum atau mengucapkan salam lebih dahulu," tuturnya, Senin 20 Juli 2026.

Menurut Aini, perubahan mulai tampak setelah peserta didik mendapatkan pembiasaan sejak kegiatan pra-MPLS. Guru terus mengingatkan pentingnya mengawali interaksi dengan salam, senyum, dan sikap menghormati orang lain sebagai bagian dari budaya sekolah.

"Nah, setelah kami ajarkan, ketika datang ke sekolah mereka mulai tersenyum lebih dahulu, kemudian mengucapkan, 'Selamat pagi Bu' atau 'Assalamu'alaikum Bu' kepada bapak dan ibu guru," ujarnya.

Ia menuturkan perubahan positif tersebut tidak hanya terlihat dalam interaksi antara siswa dengan guru, tetapi juga saat peserta didik bergaul dengan teman-temannya. Selama masa MPLS, suasana kebersamaan dinilai mulai terbentuk tanpa terdengar ucapan kasar maupun perilaku yang mengarah pada perundungan.

"Kalau kepada teman-temannya juga mulai terlihat akrab. Kami tidak mendengar bahasa-bahasa kasar ataupun pembulian selama kegiatan berlangsung," ucapnya.

Menurut Aini, pembentukan karakter tidak dapat dicapai melalui penyampaian materi semata. Pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari menjadi cara yang lebih efektif agar nilai-nilai seperti sopan santun, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama benar-benar tertanam pada diri peserta didik.

Karena itu, panitia MPLS berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai tersebut, mulai dari budaya 5S, kerja sama dalam kelompok, hingga disiplin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah.

Ia mengatakan perubahan sikap peserta didik menjadi indikator awal bahwa pendekatan MPLS Ramah mampu membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru. Meski demikian, pembentukan karakter tetap memerlukan proses yang berkelanjutan sepanjang tahun ajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....