Gubernur NTB Tunjuk Tujuh Kepala Sekolah Jalankan Program Golden Ticket
- 16 Jul 2026 06:50 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meluncurkan program Golden Ticket dengan menunjuk tujuh kepala sekolah terpilih untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di jenjang SMA, SMK, dan SLB mulai tahun ajaran 2026/2027.
- Setiap kepala sekolah penerima Golden Ticket dapat membawa dua guru pendamping melalui skema Silver Ticket dan menerima insentif sekitar Rp10 juta per bulan, sementara guru pendamping menerima Rp5 juta per bulan.
- Program ini didasarkan pada sistem meritokrasi untuk memberikan reward dan penugasan kepada kepala sekolah berprestasi, guna mengatasi kesenjangan mutu antar sekolah yang menjadi persoalan utama pendidikan di NTB.
RRI.CO.ID, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menunjuk tujuh kepala sekolah untuk menjalankan program Golden Ticket. Program ini merupakan skema penugasan khusus yang bertujuan mempercepat pemerataan mutu pendidikan di jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Tujuh kepala sekolah yang terpilih dinilai memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial untuk membenahi sekolah-sekolah yang perkembangan kualitasnya masih tertinggal.
Iqbal mengatakan persoalan utama pendidikan di NTB bukan lagi soal akses, melainkan kesenjangan mutu antar sekolah. Menurut dia, selama masih ada anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang berkualitas, masyarakat akan terus berlomba mencari sekolah favorit.
"Kalau kualitas seluruh SMA dan SMK kita sama baiknya, masyarakat tidak lagi sibuk mencari sekolah favorit. Yang harus kita benahi adalah kualitas sekolahnya," kata Iqbal saat meluncurkan program tersebut di SMKN 5 Mataram, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan program Golden Ticket langsung diterapkan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027. Pemerintah telah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu, terutama di daerah pelosok maupun sekolah yang perkembangannya masih lambat.
"Golden Ticket sudah mulai dari tahun ajaran baru ini. Sekolah-sekolah yang membutuhkan sudah kami identifikasi," ujarnya.
Melalui program ini, setiap kepala sekolah penerima Golden Ticket dapat membawa dua guru pendamping melalui skema Silver Ticket. Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat perubahan di sekolah sasaran.
"Kepala sekolah yang ditugaskan bisa membawa dua guru pendamping ke sekolah tersebut. Kami juga menyiapkan insentif yang cukup menarik," kata Iqbal.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Bowo Soesatyo, mengatakan Golden Ticket merupakan penerapan sistem meritokrasi di lingkungan pendidikan. Kepala sekolah yang memiliki rekam jejak baik tidak hanya diberi penghargaan, tetapi juga mendapat mandat untuk meningkatkan kualitas sekolah lain.
"Ini bukan hanya reward, tetapi juga penugasan. Mereka ditugaskan membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu," kata Bowo.
Menurut dia, sekolah sasaran tidak seluruhnya berada di daerah terpencil. Sebagian berada di kawasan perkotaan, namun dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga membutuhkan intervensi kepemimpinan.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah memberikan insentif sekitar Rp10 juta per bulan kepada setiap kepala sekolah penerima Golden Ticket. Sementara dua guru pendamping masing-masing menerima insentif sekitar Rp5 juta per bulan. Selain itu, sekolah sasaran juga memperoleh dukungan pendanaan untuk menjalankan program peningkatan mutu.
Program ini akan berlangsung hingga Desember 2026. Pemerintah Provinsi NTB selanjutnya akan mengevaluasi hasil penugasan tujuh kepala sekolah tersebut sebagai dasar untuk menentukan keberlanjutan dan pengembangan program Golden Ticket di tahun berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....