Dosen FK UB Kembangkan Deteko, Minuman Turunkan Risiko Penyakit Jantung
- 15 Jul 2026 11:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berangkat dari tingginya kasus tersebut, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D. mengembangkan Deteko, minuman fungsional berbahan teh hijau dan kopi hijau yang ditujukan untuk membantu menekan faktor risiko penyakit jantung.
Produk itu merupakan hasil riset selama 12 tahun dan dikembangkan sebagai minuman pendamping bagi masyarakat, khususnya penyandang sindrom metabolik.
"Konsep awal Deteko adalah menghadirkan minuman fungsional yang disukai masyarakat sekaligus dapat menjadi terapi pendamping bagi pasien dengan sindrom metabolik," ujar Prof. Saifur, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang meliputi obesitas sentral, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama pemicu penyakit jantung dan stroke.
“Meningkatnya jumlah penderita sindrom metabolik perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi meningkatkan kasus penyakit kardiovaskular di masa mendatang,” katanya.
"Sebagai dokter jantung, saya ingin masyarakat memiliki pilihan minuman yang lebih sehat. Berdasarkan hasil uji klinis, konsumsi Deteko dua kali sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah, berat badan, kadar kolesterol, serta menekan risiko serangan jantung," imbuhnya.
Keunggulan Deteko terletak pada penggunaan teh hijau dan kopi hijau yang telah melalui proses dekafeinasi, sehingga kadar kafeinnya jauh lebih rendah tanpa menghilangkan kandungan senyawa aktif yang bermanfaat. Proses tersebut penting karena konsumsi kafein berlebihan dapat memicu jantung berdebar atau palpitasi, terutama pada penderita penyakit jantung.
Pengembangan Deteko juga didukung hasil penelitian yang dipublikasikan secara ilmiah. Selama 12 tahun penelitian, tim FK UB telah menghasilkan sedikitnya 36 publikasi internasional yang berkaitan dengan pengembangan produk tersebut.
"Seluruh proses pengembangannya berbasis riset. Selama ini kami rata-rata menghasilkan tiga publikasi internasional setiap tahun sehingga produk ini memiliki dasar ilmiah yang kuat," jelasnya.
Saat ini Deteko telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Tim peneliti juga tengah menyiapkan proses perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bagian dari hilirisasi hasil riset.
Prof. Saifur berharap pengembangan Deteko dapat melibatkan industri teh maupun kopi agar produksinya dapat dilakukan dalam skala lebih besar dan menjangkau masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....