Rahasia Jendela Pesawat Oval Terungkap Berawal Dari Tragedi Mematikan

  • 15 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID,Manokwari - Saat melihat keluar dari pesawat, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa hampir semua jendela pesawat berbentuk oval atau membulat. Ternyata, desain tersebut bukan sekadar pilihan estetika, melainkan hasil dari pelajaran berharga yang diperoleh industri penerbangan setelah serangkaian kecelakaan tragis pada awal era pesawat jet.

Dilansir dari wikipediaPada awal 1950-an, pesawat jet komersial pertama di dunia, de Havilland Comet, menggunakan jendela berbentuk persegi dengan sudut yang relatif tajam. Saat diperkenalkan pada tahun 1952, pesawat ini dianggap sebagai lompatan besar dalam dunia penerbangan karena mampu terbang lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan pesawat bermesin baling-baling.

Namun, hanya dalam beberapa tahun, beberapa pesawat Comet mengalami kecelakaan fatal di udara. Peristiwa ini mendorong penyelidikan teknik penerbangan terbesar pada masanya.

Tim penyelidik menemukan bahwa masalah utama bukan berasal dari mesin, melainkan dari struktur badan pesawat. Setiap kali pesawat terbang di ketinggian, kabin diberi tekanan udara (pressurization) agar penumpang tetap nyaman. Saat pesawat mendarat, tekanan tersebut kembali dilepaskan.

Siklus tekanan yang terjadi ribuan kali menyebabkan kelelahan logam (metal fatigue). Pada jendela berbentuk persegi, sudut-sudut tajam menjadi titik konsentrasi tegangan (stress concentration). Di titik inilah retakan-retakan kecil mulai terbentuk dan lama-kelamaan membesar hingga menyebabkan kerusakan struktur pesawat.

Para insinyur kemudian mengubah desain jendela menjadi oval atau membulat karena bentuk ini memiliki beberapa keunggulan seperti yang di lansir dari Federal Aviotion Administration :

  1. Menyebarkan tekanan secara merata, sehingga tidak ada penumpukan tegangan di sudut.
  2. Mengurangi risiko retakan akibat siklus tekanan kabin.
  3. Meningkatkan ketahanan struktur pesawat terhadap kelelahan logam.
  4. Memperpanjang usia pakai badan pesawat, sehingga lebih aman untuk penerbangan jangka panjang.

Setelah penyelidikan selesai, industri penerbangan menerapkan berbagai perubahan penting, di antaranya:

  1. Menggunakan jendela oval sebagai standar desain pesawat modern.
  2. Meningkatkan pengujian struktur badan pesawat terhadap siklus tekanan berulang.
  3. Mengembangkan standar keselamatan yang lebih ketat untuk pesawat bertekanan.

Pelajaran dari kecelakaan de Havilland Comet kemudian menjadi dasar dalam perancangan pesawat modern seperti Boeing dan Airbus, yang hingga kini tetap menggunakan jendela berbentuk oval.

Jendela pesawat berbentuk oval bukanlah sekadar desain yang menarik, melainkan inovasi keselamatan yang lahir dari pengalaman pahit dunia penerbangan. Bentuk ini mampu mengurangi konsentrasi tegangan pada badan pesawat, mencegah retakan akibat kelelahan logam, dan meningkatkan keamanan penerbangan secara signifikan. Berkat perubahan desain tersebut, pesawat modern menjadi jauh lebih aman dibandingkan generasi awal pesawat jet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....