Anak Wimbro Segera Tak Perlu Menyeberang Laut Demi Bersekolah Lagi
- 14 Jul 2026 17:00 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Harapan anak-anak di Kampung Wimbro, Distrik Aroba, untuk memperoleh akses pendidikan yang aman dan layak segera menjadi kenyataan. Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mulai merealisasikan pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) sekolah dasar sebagai langkah menghadirkan layanan pendidikan di kampung yang selama ini belum memiliki fasilitas sekolah.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pedalaman.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan, mengatakan dirinya baru saja meninjau langsung lokasi pembangunan dua ruang kelas baru di Kampung Wimbro.
"Pembangunan dua ruang kelas baru ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi SERASI. Kami ingin memastikan anak-anak di wilayah pedalaman mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti daerah lainnya," ujar Henry, Senin, 13 Juli 2026.
Kampung Wimbro berada di pesisir selatan Distrik Aroba, sekitar 38,5 kilometer dari pusat Kabupaten Teluk Bintuni atau sekitar 7,5 kilometer dari ibu kota distrik. Meski dihuni sekitar 705 jiwa, kampung tersebut hingga kini belum memiliki fasilitas pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Akibatnya, anak-anak usia sekolah dasar harus menyeberang menggunakan perahu menuju Kampung Sidomakmur (RKI/Rumah Kayu Indonesia) setiap hari untuk mengikuti kegiatan belajar. Henry mengungkapkan, setiap orang tua harus mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu per bulan untuk transportasi perahu. Bahkan, tidak jarang siswa terpaksa tidak berangkat sekolah apabila biaya tersebut belum dibayarkan.
"Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Jika orang tua belum membayar ongkos perahu, anak-anak tidak diantar ke sekolah. Ini tentu menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan," katanya.
Selain menjadi beban ekonomi masyarakat, perjalanan laut yang harus ditempuh para siswa juga dinilai memiliki risiko keselamatan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memprioritaskan pembangunan sarana pendidikan di Kampung Wimbro agar anak-anak dapat belajar lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
"Target kami, tahun depan ruang kelas baru ini sudah dapat digunakan sehingga anak-anak Wimbro tidak perlu lagi menyeberang laut untuk bersekolah. Kami ingin mereka belajar dengan aman, nyaman, dan memiliki masa depan yang lebih baik," tegas Henry.
Pemerintah berharap kehadiran fasilitas pendidikan tersebut menjadi langkah awal pemerataan layanan pendidikan di wilayah terpencil sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Teluk Bintuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....