IC-OMICS 2026 di ITB Bahas Multi-Omics untuk Inovasi Masa Depan Hayati
- 09 Jul 2026 16:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar International Conference on Multi-Omics in Life Sciences 2026 (IC-OMICS 2026) pada 8–9 Juli 2026 di Auditorium Barat dan Auditorium Timur ITB. Konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemerintah dalam mengembangkan riset berbasis multi-omics untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan, pertanian, lingkungan, dan bioindustri.
Mengusung tema "Integrative Multi-Omics for Sustainable Innovation in Health, Agriculture, and Environment", konferensi menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta pembicara internasional dari Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Inggris dan Amerika Serikat.

Konferensi ini turut dihadiri dan dibuka oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Menurutnya, kemajuan teknologi sekuensing DNA yang terintegrasi dengan komputasi modern, kecerdasan buatan (AI), dan bioinformatika menjadi fondasi penting bagi pengembangan precision medicine, riset penyakit, dan analisis genom populasi. Ia menambahkan bahwa sinergi antardisiplin, khususnya antara ilmu hayati, kedokteran, ilmu komputer, dan teknologi, diperlukan untuk mempercepat inovasi dan transformasi layanan kesehatan.
Ketua Panitia IC-OMICS 2026 dari SITH ITB, Popi Septiani, Ph.D, mengatakan "Konferensi ini mempertemukan praktisi industri, institusi pemerintah, akademisi, dan peneliti untuk berbagi perkembangan terbaru penelitian multi-omics sekaligus memperkuat kolaborasi riset di Indonesia maupun tingkat internasional," ujarnya, Rabu 8 Juli 2026.
Popi menjelaskan, multi-omics merupakan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan berbagai cabang ilmu biologi molekuler, mulai dari genomik yang mempelajari DNA, transkriptomik, proteomik, metabolomik, epigenomik, hingga bioinformatika.
Menurutnya, integrasi berbagai disiplin tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai sistem biologis sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai penelitian dibidang kesehatan, agrikultur, lingkungan dan bioindustri.
"Multi-omics dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung riset, mulai dari mendesain vaksin, memahami karakteristik virus dan patogen, mengembangkan precision medicine, hingga menghasilkan berbagai inovasi di bidang kesehatan," jelasnya.
Tidak hanya di bidang kesehatan, pendekatan multi-omics juga dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Popi menuturkan, riset yang dilakukan SITH ITB saat ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global yang berdampak pada sektor pangan. Salah satunya melalui pengembangan varietas tanaman unggul yang lebih tahan terhadap kekeringan, serangan hama, maupun penyakit.
"Kami mengembangkan riset untuk memberi solusi pada masalah ketahana pangan. Dengan teknologi multi-omics, peneliti dapat merakit varietas unggul yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," katanya.
Selain itu, teknologi ini juga berpotensi mempercepat pengembangan produk bioindustri serta mendukung perlindungan lingkungan melalui analisis multi-omics terhadap berbagai kondisi lingkungan.
IC-OMICS 2026 menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi luar negeri.
Melalui forum tersebut, para peneliti dapat saling bertukar pengetahuan mengenai perkembangan terbaru teknologi multi-omics sekaligus memperluas jejaring kolaborasi penelitian.
Popi berharap semakin banyak peneliti Indonesia yang memanfaatkan pendekatan multi-omics dalam riset sehingga mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. "SITH ITB terus berkomitmen menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan Indonesia, baik di bidang kesehatan, pertanian, lingkungan, maupun bioindustri," jelas Popi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....