Universitas Telkom Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting Melalui PMM
- 02 Jul 2026 16:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Universitas Telkom Purwokerto terus memperkuat kontribusinya dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Salah satu implementasinya dilakukan di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, melalui kegiatan edukasi kesehatan, imunisasi, dan gizi yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, ibu hamil, ibu balita, serta anggota PKK.
Program yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema 'Penguatan Pangan Hewani Bergizi melalui Implementasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Keluarga'. Selain memberikan penyuluhan mengenai pentingnya imunisasi dan pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), tim juga mengajak masyarakat memanfaatkan potensi pangan keluarga sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
Ketua Program PMM Universitas Telkom Purwokerto, Adanti Wido Paramadini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah menekan angka stunting melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami ingin kehadiran perguruan tinggi tidak hanya sebatas menghasilkan riset, tetapi juga memberikan solusi yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, sehingga edukasi kepada keluarga menjadi langkah yang sangat penting," kata Adanti pada RRI, Kamis 2 Juli 2026..
Menurut Adanti, edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi lengkap, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, sanitasi lingkungan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui Posyandu. Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan Universitas Telkom Purwokerto mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak jangka panjang.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh informasi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan dari tingkat keluarga," ujarnya menambahkan.
Dalam kegiatan tersebut, Bidan Koordinator Imunisasi Puskesmas Kemangkon II, Reni Yuliyanti, memberikan edukasi mengenai manfaat imunisasi sebagai perlindungan terhadap berbagai penyakit menular yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai jadwal imunisasi dasar lengkap, penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta pentingnya membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) setiap mengikuti layanan Posyandu.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait jadwal imunisasi, pemenuhan gizi anak, hingga cara mengatasi balita yang sulit makan. Sebagai bagian dari program pemberdayaan, tim PMM juga membagikan bibit sayuran kepada masyarakat untuk mendukung pembentukan kebun gizi keluarga.
Program PMM Satria Muda Universitas Telkom Purwokerto merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini didukung melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....