Joseph Nguthiru, Mengubah Eceng Gondok Jadi Plastik Ramah Lingkungan
- 28 Mei 2026 18:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Masalah sampah plastik kini punya cara baru untuk diatasi. Seorang pemuda asal Kenya bernama Joseph Nguthiru berhasil menciptakan plastik yang bisa terurai dari bahan yang tidak terduga, yaitu eceng gondok.
Menurut UN Environment Programme (UNEP), eceng gondok adalah gulma air paling ganas di dunia yang sering menutup permukaan danau, membuat air kekurangan oksigen, merusak kehidupan ikan, menghambat kegiatan nelayan, hingga menjadi tempat sarang nyamuk malaria.
Melihat masalah tersebut, Joseph yang merupakan pendiri perusahaan HyaPak mulai memutar otak. Ia bekerja sama dengan para nelayan untuk memanen eceng gondok, lalu mengolahnya di pabrik di Nairobi menjadi bubuk halus untuk diambil selulosanya. Hasilnya adalah material kemasan yang fungsinya mirip plastik biasa, namun jauh lebih ramah lingkungan.
Joseph mengungkapkan bahwa misi utamanya adalah mencari kegunaan bagi tanaman invasif tersebut. "Our mission at HyaPak is to try and use this invasive weed for something important," ujar Joseph dalam kanal youtube UN Environment Programme
Inovasi ini punya keunggulan luar biasa karena sifatnya yang biodegradable atau dapat terurai. Contohnya, pembungkus bibit tanaman buatan Joseph bisa langsung ditanam ke tanah bersama bibitnya tanpa harus dilepas, sehingga tidak akan mencemari lingkungan menjadi mikroplastik. Saat terurai, pembungkus tersebut justru mengeluarkan nutrisi yang membantu tanaman tumbuh lebih cepat.
Selain pembungkus bibit, material ini juga digunakan sebagai pelapis untuk membawa makanan agar tetap segar meski dalam perjalanan jauh tanpa harus menggunakan lemari pendingin. Lewat terobosan yang membuatnya meraih penghargaan UNEP Young Champions of the Earth ini, Joseph membuktikan bahwa masalah lingkungan bisa diselesaikan sekaligus dengan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.
Bagi Joseph, langkah besar ini dimulai dari keberaniannya untuk memulai sesuatu yang kecil. Ia pun berpesan kepada anak muda di seluruh dunia: "Don't be afraid to start small, don't be afraid to think big," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....