Lima Teknologi Pintar dan Hemat Daya di Rumah
- 28 Apr 2026 07:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tagihan listrik yang terus membengkak masih menjadi keluhan banyak rumah tangga di Indonesia, termasuk di Samarinda. Penyebabnya umumnya sederhana, seperti penggunaan AC tanpa kontrol, lampu yang dibiarkan menyala, hingga perangkat elektronik lama yang boros energi. Seiring meningkatnya kebutuhan listrik rumah tangga setiap tahun, pengeluaran pun ikut melonjak jika tidak diimbangi dengan efisiensi penggunaan energi.
Di tahun 2026, solusi hemat listrik tidak lagi sebatas mengurangi pemakaian, tetapi juga memanfaatkan teknologi yang lebih cerdas. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS atap. Langkah ini tidak hanya menekan biaya listrik, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon secara nasional.
Langkah pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah memahami pola konsumsi listrik di rumah. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna dapat memantau penggunaan listrik harian hingga bulanan. Dari data tersebut, biasanya terlihat bahwa perangkat seperti AC, water heater, dan kulkas menjadi penyumbang konsumsi terbesar.
Setelah mengetahui sumber pemborosan, penggunaan smart plug menjadi solusi awal yang efektif. Alat ini mampu memutus arus listrik secara otomatis saat perangkat tidak digunakan, sehingga menghindari fenomena “phantom load” atau konsumsi listrik saat standby. Selain itu, lampu LED smart dengan sensor gerak dan cahaya juga semakin populer karena hanya menyala saat dibutuhkan dan jauh lebih hemat dibanding lampu konvensional.
Perangkat lain yang berkontribusi besar terhadap efisiensi adalah AC inverter. Teknologi ini mampu menyesuaikan kerja kompresor dengan suhu ruangan, sehingga konsumsi listrik jauh lebih rendah dibanding AC biasa. Untuk kebutuhan air panas, masyarakat juga dapat beralih ke solar water heater atau heat pump yang lebih hemat energi karena memanfaatkan panas matahari atau udara sekitar.
Selanjutnya, penggunaan kulkas inverter linear juga menjadi pilihan tepat karena tetap efisien meski beroperasi selama 24 jam. Untuk solusi jangka panjang, pemasangan PLTS atap berbasis sistem on-grid semakin diminati karena memungkinkan rumah tangga memproduksi listrik sendiri dari energi matahari. Sistem ini juga dapat terhubung dengan jaringan listrik nasional yang dikelola PT PLN (Persero).
Secara keseluruhan, penghematan listrik kini tidak hanya bergantung pada perubahan perilaku, tetapi juga pemanfaatan teknologi yang tepat. Dengan kombinasi kebiasaan hemat dan perangkat modern, tagihan listrik dapat ditekan secara signifikan. Informasi dan panduan efisiensi energi ini juga banyak disosialisasikan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah beradaptasi menuju rumah yang hemat energi dan ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....