BGTK NTB Konsolidasi Hari Belajar Guru untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
- 25 Apr 2026 21:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- BGTK NTB Gelar Konsolidasi Daerah
- Optimalisasi Hari Belajar Guru
- transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid
RRI.CO.ID, Mataram - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Konsolidasi Daerah Optimalisasi Hari Belajar Guru 24–26 April 2026 di Mataram. Kegiatan ini bertujuan memperkuat transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid melalui peningkatan kapasitas guru.
Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, menjelaskan konsolidasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasi di daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam merumuskan model yang tepat.
“Ini forum untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan pelaksanaan Hari Belajar Guru yang sesuai dengan kondisi daerah,” jelasnya, Sabtu, 25 April 2026.
Menurutnya, peran guru sangat menentukan dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Karena itu, program Hari Belajar Guru harus dijalankan secara konsisten.
“Guru harus terus belajar agar pembelajaran di kelas bisa lebih relevan dan berdampak,” kata Wirman.
Dalam konsolidasi tersebut, dibahas berbagai skema teknis pelaksanaan, termasuk penjadwalan yang fleksibel sesuai jenjang pendidikan. Untuk jenjang SD, opsi pelaksanaan dapat menyesuaikan waktu di luar jam utama, sementara SMP hingga SMA dapat melalui forum MGMP.
“Kita beri ruang fleksibilitas, yang penting disepakati bersama dan bisa berjalan efektif,” ujarnya.
Selain itu, BGTK NTB mengoptimalkan kelompok kerja seperti KKG, MGMP, K3S, dan KKS sebagai wadah utama pembelajaran guru. Ribuan kelompok kerja telah dipetakan untuk mendukung program ini.
Setiap kelompok kerja akan dipimpin fasilitator yang telah disiapkan melalui proses seleksi dan pelatihan. Para fasilitator ini diharapkan mampu menggerakkan pembelajaran berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
“Kita siapkan fasilitator agar kelompok kerja benar-benar aktif dan produktif,” kata dia.
Untuk memastikan kualitas, aktivitas guru akan dipantau melalui sistem digital berbasis Learning Management System (LMS). Guru diwajibkan mengunggah bukti kegiatan sebagai dasar evaluasi.
“Semua aktivitas bisa dipantau melalui sistem sebagai bagian dari penjaminan mutu,” ujarnya.
Melalui konsolidasi ini, BGTK NTB berharap tercipta ekosistem belajar guru yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....