Budidaya Cabai Jadi Materi MPLS, SMKPP Mataram Tanamkan Jiwa Wirausaha
- 20 Jul 2026 09:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - SMK Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Mataram jadikan budidaya cabai bagian dari materi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui program tersebut, peserta didik tidak hanya dikenalkan pada teknik bercocok tanam, tetapi juga diajak membangun karakter, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama masuk sekolah.
Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, mengatakan materi budidaya cabai dimasukkan ke dalam MPLS sebagai tindak lanjut dari edaran Dinas Pendidikan NTB sekaligus bagian dari program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB.
"Ini adalah edaran dari Dinas Pendidikan yang merupakan bagian dari program Bapak Gubernur. Budidaya tanaman cabai dimasukkan dalam program MPLS sehingga nanti seluruh sekolah memiliki tanaman cabai," jelasnya, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Sugiarta, pemilihan tanaman cabai bukan tanpa alasan. Selain menjadi salah satu komoditas strategis, budidaya cabai dengan sistem polibag dinilai sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
"Cabai ini salah satu bentuk pertanian urban farming atau pertanian perkotaan. Tidak semua sekolah memiliki lahan yang luas, sehingga lahan sempit tetap bisa dimanfaatkan secara efektif melalui budidaya menggunakan polibag," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan bertani kepada siswa. Lebih dari itu, peserta didik diperkenalkan pada cara memanfaatkan lahan yang tersedia agar menjadi lebih produktif sekaligus bernilai ekonomi.
Sugiarta menambahkan, materi budidaya cabai juga diintegrasikan dengan pembelajaran kewirausahaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami proses menanam, tetapi juga memiliki wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian.
"Dalam MPLS ini siswa belajar bagaimana membudidayakan tanaman cabai, memanfaatkan lahan yang ada, membangun lingkungan yang asri, produktif, sekaligus menumbuhkan jiwa berwirausaha," ucapnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik seperti ini penting dikenalkan sejak awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah. Selain membentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian.
Ia berharap seluruh sekolah dapat mengimplementasikan program tersebut secara berkelanjutan sehingga budidaya cabai tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan MPLS, tetapi berkembang menjadi budaya di lingkungan sekolah.
"Harapan kami, setiap sekolah nantinya memiliki tanaman cabai yang dikelola bersama oleh warga sekolah sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....