Singapore Siapkan Evakuasi Warga Bahrain ke Riyadh
- 03 Mar 2026 09:33 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Embassy of Singapore in Riyadh tengah menjajaki kemungkinan mengevakuasi warga Singapura di Bahrain menuju Riyadh melalui jalur darat menggunakan bus. Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Dalam unggahan Facebook pada malam 2 Maret, pihak kedutaan menyatakan sedang “mengeksplorasi kemungkinan memfasilitasi evakuasi bagi warga Singapura” dari Bahrain ke Riyadh. Perjalanan darat tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar lima jam. Setibanya di Riyadh, warga dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Singapore melalui penerbangan internasional yang masih tersedia, meskipun kemungkinan harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan kursi.
Kedutaan juga mengedarkan formulir untuk mengukur minat warga terhadap opsi evakuasi tersebut, seraya menegaskan bahwa langkah ini belum merupakan konfirmasi pelaksanaan operasi resmi.
Sementara itu, Embassy of Singapore in Abu Dhabi dan Consulate-General of Singapore in Dubai menginformasikan bahwa sebagian warga Singapura mempertimbangkan jalur alternatif melalui Muscat International Airport di Oman. Mereka menekankan bahwa imbauan resmi saat ini tetap “berlindung di tempat”, namun opsi perjalanan melalui Oman dapat dipertimbangkan bagi yang perlu segera kembali.
Maskapai seperti Oman Air disebut dapat membawa penumpang dari Muscat ke negara ketiga sebelum melanjutkan penerbangan ke Singapura. Namun, otoritas Singapura mengingatkan adanya risiko perjalanan darat dari Uni Emirat Arab ke Oman di tengah serangan rudal dan drone yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Situasi penerbangan regional juga terdampak signifikan. Menurut laporan Reuters, maskapai besar seperti Emirates, flydubai, dan Etihad Airways mulai mengoperasikan kembali sejumlah penerbangan terbatas untuk membantu repatriasi penumpang yang terdampar. Otoritas penerbangan sipil UEA juga akan mengoperasikan “penerbangan khusus” guna membantu puluhan ribu penumpang yang terdampak penutupan wilayah udara di Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, dan UEA.
Eskalasi konflik memuncak setelah serangan yang disebut menewaskan sejumlah pemimpin tinggi Iran, termasuk Ali Khamenei. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan serangan tersebut bertujuan menghilangkan “ancaman yang segera terjadi dari rezim Iran”.
Di tengah ketidakpastian ini, pemerintah Singapura terus memantau perkembangan dan berjanji memberikan pembaruan berkala. Warga diimbau memastikan asuransi perjalanan memadai, memiliki dana cadangan, serta mengantisipasi potensi penundaan di perbatasan maupun jadwal penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....