Dampak Badai Jangmi di Jepang: Listrik Padam, Kereta Terganggu, Warga Dievakuasi
- 03 Jun 2026 21:45 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Cuaca ekstrem akibat badai tropis Jangmi memicu gangguan besar di berbagai wilayah Jepang. Hujan lebat disertai hembusan angin kuat mengakibatkan pasokan listrik terputus di puluhan ribu rumah, memengaruhi layanan transportasi, serta memaksa sejumlah perusahaan menghentikan aktivitas sementara. Otoritas setempat juga mengeluarkan imbauan evakuasi bagi warga di sejumlah daerah terdampak.
Japan Meteorological Agency melaporkan pusat badai berada di sekitar perairan dekat Pulau Honshu dan terus bergerak menuju timur laut ke arah wilayah metropolitan Tokyo. Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 25 meter per detik, sementara kawasan di sepanjang pesisir Samudra Pasifik disebut menghadapi ancaman bencana serius yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Sistem cuaca buruk dengan tekanan pusat sekitar 980 hPa itu telah menyebabkan listrik padam di hampir 60 ribu rumah tangga. Pemerintah Jepang meminta masyarakat tidak menunda langkah penyelamatan apabila mulai melihat tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.
“Jika Anda merasakan adanya bahaya, jangan ragu untuk segera mengambil tindakan lebih awal demi melindungi keselamatan jiwa,” kata Minoru Kihara.
Pemerintah daerah di delapan prefektur, mulai dari wilayah barat daya hingga Jepang bagian timur, telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada ratusan ribu penduduk guna meminimalkan risiko korban akibat cuaca buruk yang terus berkembang.
Sektor transportasi udara menjadi salah satu yang paling terdampak. Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan ratusan penerbangan domestik maupun internasional, dengan total hampir 900 jadwal terganggu pada Rabu pagi.
Gangguan turut terjadi pada transportasi darat. Layanan kereta cepat Shinkansen di sejumlah wilayah Jepang bagian selatan dan barat dilaporkan mengalami keterlambatan, sementara beberapa perjalanan kereta di kawasan Tokyo dihentikan sementara dan diperkirakan masih dapat terdampak sepanjang hari.
Demi alasan keselamatan, sejumlah pabrikan otomotif memilih menghentikan kegiatan operasional. Toyota Motor Corporation menangguhkan aktivitas di 13 fasilitas produksinya di dalam negeri, sedangkan Suzuki Motor Corporation menghentikan sementara pekerjaan di lima pabriknya di Prefektur Shizuoka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....