Pemkot Pasuruan Targetkan Luas Tambah Tanam Padi 2.159 Hektare di 2026
- 01 Jul 2026 08:55 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Pasuruan menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi seluas 2.159 hektare pada tahun 2026 sebagai upaya nyata mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala DPPKP Kota Pasuruan, Mualif Arif mengatakan, peningkatan target LTT merupakan salah satu bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong kenaikan produksi padi di wilayah Kota Pasuruan.
"Target LTT Kota Pasuruan tahun 2026 ini ditetapkan sebesar 2.159 hektare," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
la menjelaskan bahwa target tahun ini mengalami penyesuaian dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, DPPKP Kota Pasuruan menetapkan target LTT sebesar 2.038 hektare, sementara realisasinya berhasil melampaui target hingga mencapai 2.379 hektare.
Menurut Mualif, sejumlah langkah taktis telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Pasuruan untuk memastikan target LTT tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan baku sawah yang tersedia.
Hal ini bertujuan agar seluruh potensi lahan pertanian di Kota Pasuruan dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan luas tanam serta mendukung kenaikan produksi padi nasional.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan langkah strategis lainnya demi memastikan pencapaian target peningkatan produktivitas tanaman pangan tersebut, seperti menyusun rencana tanam secara terukur yang disesuaikan dengan potensi wilayah serta ketersediaan sumber daya setempat.
Pemerintah Kota Pasuruan juga menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian mulai dari benih, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan) agar selalu tepat waktu dan sesuai kebutuhan petani.
"Kami juga melaksanakan pendampingan intensif kepada para petani melalui penyuluh pertanian lapangan pada setiap tahapan budidaya," ujarnya.
Mualif menambahkan pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan pertanaman di lapangan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana. Langkah ini dibarengi dengan pengamatan serta pengendalian dini terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) guna meminimalkan risiko gagal panen.
Di sisi lain, Pemkot Pasuruan juga mendorong penerapan budidaya tanaman pangan sesuai kaidah teknis atau Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. Hal ini termasuk melakukan studi varietas padi yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi dan sebaran OPT, seperti penggunaan varietas padi yang tahan rendaman air pada saat hujan ekstrem.
Melalui pelaksanaan strategi yang terpadu dan berkesinambungan ini, DPPKP Kota Pasuruan berharap target peningkatan produktivitas tanaman pangan dapat tercapai secara optimal sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah. (Firman Ramapati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....