Belajar Menyeduh Masa Depan dari Robusta Senduro

  • 22 Jun 2026 01:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Kopi robusta yang tumbuh di kawasan Senduro selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lumajang. Namun, di tengah berkembangnya budaya ngopi dan menjamurnya kedai kopi, masih banyak masyarakat yang hanya mengenal kopi sebagai minuman tanpa memahami proses panjang di balik setiap cangkir yang tersaji.

Kesadaran itu yang mendorong Djodog Kaffe di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, menggelar kegiatan Edukasi Pengolahan Kopi Robusta Senduro. Sebanyak 30 peserta dari komunitas Karang Werda Sehat Bahagia Tegal Besar, Jember, mengikuti kegiatan yang bertujuan mengenalkan lebih dekat kopi lokal sekaligus potensi ekonomi yang dimilikinya.

Owner Djodog Kaffe, Riki, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan tentang kopi, mulai dari pengolahan hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan.

"Kegiatan ini berisi edukasi kopi, testimoni pembuatan kopi, pengenalan produk kopi Djodog Kaffe dan target pemasarannya. Kemudian dilanjutkan minum kopi bersama serta belanja produk kopi robusta Senduro," kata Riki, Minggu (21/6/2026).

Dalam kegiatan itu, peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pengolahan kopi, mulai dari pemetikan buah kopi, proses pengeringan, pengolahan pascapanen, penyangraian, hingga teknik penyeduhan. Setiap tahapan dijelaskan sebagai bagian yang menentukan kualitas cita rasa kopi.

Selain mengenal proses produksi, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai perkembangan industri kopi yang kini tidak hanya bergantung pada hasil panen. Pengolahan produk, pemasaran, dan penguatan merek menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah kopi lokal.

Menurut Riki, tantangan terbesar yang dihadapi produk kopi lokal saat ini adalah memperluas pasar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kualitas dan potensi yang dimiliki kopi daerah.

"Karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar semakin banyak orang memahami nilai tambah yang dimiliki kopi lokal," ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dengan menikmati kopi robusta Senduro yang diseduh langsung oleh tim Djodog Kaffe. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan pengalaman menikmati kopi di kawasan pegunungan yang selama ini menjadi sentra produksi kopi di Lumajang.

Tidak berhenti pada edukasi bagi masyarakat umum, Djodog Kaffe juga menyiapkan program workshop gratis bagi siswa kelas XII SMA, SMK, serta mahasiswa di Lumajang. Program tersebut dirancang untuk mengenalkan berbagai peluang profesi yang berkembang di industri kopi.

"Ke depan, kami berencana mengadakan workshop gratis yang menyasar siswa kelas XII SMA, SMK, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lumajang," ungkap Riki.

Menurutnya, industri kopi saat ini telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mampu membuka banyak peluang kerja, mulai dari barista, pengelola kedai, pengolah produk, hingga tenaga pemasaran.

Dengan potensi perkebunan kopi yang dimiliki kawasan Senduro dan sekitarnya, penguatan pengetahuan dan keterampilan di bidang kopi diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk melihat sektor kopi tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai peluang usaha dan lapangan kerja yang terus berkembang. (Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....