Cetak SDM Unggul, ITK dan LPDP Gelar Seminar Beasiswa Tahap Dua 2026
- 14 Jul 2026 19:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan Seminar Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan tinggi. Acara ini berlangsung interaktif di Gedung A Kampus ITK pada Selasa, 14 Juli 2026 pagi. Seminar tersebut menjadi ruang strategis bagi dosen, alumni, mahasiswa tingkat akhir, serta masyarakat umum di Kalimantan Timur untuk mendapatkan informasi yang valid mengenai strategi lolos pendanaan studi lanjut program magister (S2) maupun doktor (S3).
Untuk memberikan perspektif yang menyeluruh, seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidang akademik dan pengelolaan pembiayaan pendidikan, yakni Rektor Institut Teknologi Kalimantan, Agus Rubiyanto, serta Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono.
Kehadiran kedua tokoh ini mengupas tuntas keterkaitan antara arah pengembangan akademik di perguruan tinggi dengan peluang serta dukungan penuh pembiayaan pendidikan yang disediakan oleh pemerintah melalui skema dana abadi. Dalam pemaparannya, Albertus Kurniadi mengatakan bahwa LPDP menekankan arah baru beasiswa tahun 2026 yang berorientasi pada ekosistem pengembangan talenta nasional berbasis dampak.
"LPDP telah bekerja sama dengan kementerian-kementerian untuk memberikan beasiswa secara kolaboratif," ujar Albertus.
Adanya beasiswa dari LPDP ini, kata Albertus, merupakan bentuk kehadiran negara dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan telah konsisten dilakukan sejak tahun 2012. "Masih kurangnya lulusan magister dan doktor, jika dirasiokan, baru setengah persen. Sementara itu, negara maju sudah mencapai puluhan persen dan negara tetangga sudah mencapai dua persen. Oleh karena itu, dibutuhkan percepatan lewat beasiswa LPDP," ucapnya.
Albertus pun berpesan kepada calon penerima beasiswa LPDP, karena persaingan yang begitu ketat, mereka diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik, melengkapi dokumen, serta menjaga integritas. Untuk kuota penerimaan pada tahun 2026, pemerintah menyediakan total 5.750 kuota yang terbagi ke dalam program Beasiswa Garuda (S1), S2 dan S3 (STEM & RPJM), serta Dokter Spesialis/Subspesialis.
Sementara itu, Rektor ITK Agus Rubiyanto mengatakan bahwa pelaksanaan beasiswa tahap dua tahun 2026 dilakukan di lima lokasi, yaitu Maluku, Sumatra Barat, Bangka Belitung, dan untuk wilayah Kalimantan Timur dipusatkan di ITK.
"LPDP bukan sekadar beasiswa, melainkan investasi bangsa dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, memiliki daya saing global, serta mempunyai komitmen nyata untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia," kata Rektor ITK.
Pendaftaran Gelombang Tahap dua dilakukan buka sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026, LPDP memprioritaskan dua program utama:
1. Beasiswa STEM Industri Strategis: Berfokus meningkatkan kuota di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika guna mendukung hilirisasi industri nasional.
2. Beasiswa SHARE: Mengakomodasi pengembangan SDM di sektor sosial, humaniora, seni, pendidikan, dan keagamaan.
Agus Rubiyanto menyampaikan harapannya agar momentum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh insan kampus. "Pendidikan adalah jalan utama untuk memperkuat kompetensi, memperluas kontribusi, dan menghadirkan dampak nyata yang lebih besar bagi masyarakat maupun kemajuan bangsa," ungkapnya.
Bagi peserta yang belum berkesempatan hadir secara langsung pada seminar tersebut, LPDP juga menyediakan referensi informasi digital dan buku panduan lengkap yang dapat diunduh melalui Situs Resmi LPDP.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....