Kebijakan Debarkasi Haji di Kertajati, Jemaah Tidak Bisa Dijemput di Area Terminal

  • 03 Jun 2026 14:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Bandara Internasional Kertajati memastikan proses kepulangan jemaah haji tahun 2026 dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan. Karena itu, keluarga tidak diperkenankan menjemput jemaah secara langsung di area terminal bandara.

General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Kertajati, Nuril Huda, SE., MM., Tr., mengatakan seluruh jemaah yang tiba dari Arab Saudi akan menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing. Proses tersebut dilakukan sejak jemaah turun dari pesawat hingga naik ke bus penjemput.“Untuk seluruh jemaah itu setelah pemeriksaan imigrasi, itu jemaah naik busnya itu melalui apron atau melalui di dalam, jadi tidak keluar terminal,” ujarnya kepada RRI Selasa, 2 Juni 2026

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan karena seluruh penumpang internasional wajib menjalani pemeriksaan kesehatan saat tiba di Indonesia. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko penyebaran penyakit atau virus yang mungkin terbawa dari luar negeri.

Selain faktor kesehatan, pengaturan tersebut juga bertujuan menghindari penumpukan massa di kawasan bandara. Menurutnya, jarak dari terminal menuju area bus cukup jauh sehingga perlu pengaturan yang lebih tertib dan terpusat.“Khawatir kami nanti sebelum naik bus sudah dikerubungi dulu sama keluarga, malah kurang nyaman nanti jemaahnya. Karena memang seluruh proses itu berada di bandara, dari pemulangan sampai dengan pembagian air zamzam juga di bandara,” katanya.

Nuril menambahkan, seluruh jemaah akan menerima air zamzam sebelum meninggalkan Bandara Kertajati. Dengan demikian, jemaah yang kembali ke daerah asal sudah membawa seluruh perlengkapan dan oleh-oleh yang menjadi bagian dari perjalanan ibadah hajinya.

Ia berharap mekanisme tersebut dapat mendukung kelancaran debarkasi sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah. Seluruh proses kepulangan dirancang agar berjalan aman, tertib, dan lebih terfokus hingga jemaah tiba di daerah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....