Menghadapi Hambatan dalam Menjemput Panggilan Baitullah
- 09 Mei 2026 04:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Ibadah haji seringkali disebut sebagai ibadah yang menggabungkan antara kesiapan finansial dan ketahanan fisik yang prima. Namun, di atas segala persiapan manusiawi tersebut, haji adalah mutlak sebuah panggilan dari Allah.
Banyak orang yang secara materi telah mumpuni justru belum bisa berangkat haji karena berbagai faktor yang menghalangi. Hal ini mengingatkan kita bahwa niat yang tulus adalah fondasi utama sebelum langkah kaki benar-benar berpijak di tanah suci.
Menurut Ustaz Rahmad dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur, hambatan dalam menunaikan ibadah haji bisa datang dalam berbagai bentuk yang seringkali berada di luar kendali manusia. Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjaga ketulusan niat.
"Tapi kalau memang sudah kita berniat, ya mudah-mudahan niat kita itu tadi menjadi salah satu ketulusan kita untuk kita bercita-cita dan berdoa kepada Allah semoga Allah memperkenankan kita untuk bisa berhaji," kata Ustaz Rahmad.
Faktor kesehatan atau fisik menjadi salah satu kendala yang paling sering ditemui, mengingat ibadah haji didominasi oleh aktivitas fisik yang berat. Selain itu, faktor keamanan di suatu wilayah hingga persoalan biaya yang belum mencukupi juga sering menjadi tembok penghalang bagi mereka yang sangat merindukan Baitullah.
Niat yang benar bukan sekadar keinginan di dalam hati, melainkan sebuah komitmen spiritual yang tetap terjaga meskipun rintangan menghadang. Ustaz Rahmad menjelaskan bahwa saat posisi kita terhalang oleh sesuatu hal, yang paling utama adalah memastikan niat kita tetap lurus dan tidak goyah.
Ketika semua usaha telah dilakukan secara maksimal dan hambatan tetap ada, maka senjata utama yang tersisa adalah doa. Doa dipandang sebagai sarana untuk mengetuk pintu rahmat Allah agar satu per satu penghalang yang ada,baik itu sakit, biaya, maupun kendala teknis lainnya, dapat disingkirkan oleh Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....