BPS Kaltim Catat Inflasi Rendah pada Awal 2026

  • 02 Feb 2026 16:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi bulan ke bulan pada Januari 2026 sebesar 0,04 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2025 yang mencapai 0,71 persen.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih, menjelaskan inflasi Januari 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Ia menyebut dinamika harga dipengaruhi oleh sejumlah faktor musiman dan kebijakan harga energi.

“Yang mengukur kondisi ekonomi di Kalimantan Timur salah satunya adalah perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi,” ujar Ariyanti dalam rilis resmi statistik, pada Senin 2 Februari 2026.

Secara nasional, inflasi Kalimantan Timur pada Januari 2026 justru tercatat deflasi sebesar 0,15 persen. Sementara secara tahunan atau year on year, inflasi Kalimantan Timur terhadap Januari 2025 tercatat sebesar 3,76 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,17 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,23 persen.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,16 persen. Penurunan ini dipicu melimpahnya pasokan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang akibat panen raya di daerah sentra produksi.

Ariyanti menambahkan, penyesuaian harga BBM non-subsidi pada Januari 2026 turut menahan laju inflasi. “Terjadi penurunan harga untuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sementara pertalite dan biosolar tidak mengalami perubahan,” kata Ariyanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....