Inspektorat Samarinda Goes To School, MPLS Jadi Momentum Tanamkan Integritas
- 13 Jul 2026 12:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum menanamkan nilai integritas dan budaya antikorupsi kepada peserta didik baru. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Inspektorat Goes To School yang digelar di SMP Negeri 22 Samarinda, Jalan Pahlawan, Senin 13 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, Pelaksana Tugas Inspektur Daerah Kota Samarinda Firdaus Akbar, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para penyuluh antikorupsi. Ratusan siswa baru mengikuti sosialisasi secara antusias dan aktif berdiskusi mengenai pentingnya membangun karakter jujur sejak dini.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, dalam keterangannya mengatakan pemilihan waktu pelaksanaan saat MPLS bukan tanpa alasan. Menurutnya, masa awal memasuki jenjang SMP merupakan waktu yang tepat untuk membentuk karakter peserta didik agar memiliki integritas yang kuat.
"Mencari momennya memang saat MPLS. Untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan berakhlak itu harus dimulai sejak dini. Anak-anak SD dan SMP merupakan fase yang tepat untuk membangun karakter sehingga kita mulai dari sekarang," ujar Neneng.
Sekda Samarinda menjelaskan Pemerintah Kota Samarinda selama ini telah memiliki berbagai program penguatan integritas, mulai dari edukasi kepada masyarakat saat Car Free Day hingga sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah. Tahun ini, kegiatan Inspektorat Goes To School diperluas dengan menyasar sekolah-sekolah di kawasan penyangga atau buffer zone, setelah sebelumnya lebih banyak dilaksanakan di sekolah yang berada di pusat kota.

Menurut Neneng, pembentukan karakter antikorupsi tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara, tetapi harus dimulai dari generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Ia berharap penanaman nilai integritas sejak bangku sekolah akan melahirkan sumber daya manusia yang berakhlak dan memiliki komitmen terhadap pemerintahan yang bersih.
"Kalau ingin mendapatkan ASN yang berakhlak, bibitnya harus dipersiapkan sejak sekarang. Karena itu nilai integritas kami tanamkan kepada anak-anak agar ke depan Samarinda memiliki generasi unggul yang jujur dan bertanggung jawab," katanya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para penyuluh antikorupsi mengajak siswa mengikuti kuis seputar nilai kejujuran, tanggung jawab, dan bahaya korupsi, kolusi, serta nepotisme. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan semangat belajar mengenai pendidikan antikorupsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....