Diana Trujillo, Asisten Rumah Tangga hingga Gapai NASA
- 16 Mei 2026 07:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Kisah Diana Trujillo menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa diraih meski berawal dari keterbatasan. Perempuan kelahiran Cali, Kolombia itu kini dikenal sebagai salah satu insinyur penting di NASA dan menjadi bagian dari misi penjelajahan planet Mars.
Dilansir dari WFLA, perjalanan Diana Trujillo menuju dunia antariksa dimulai saat ia masih remaja. Pada usia 17 tahun, ia meninggalkan Kolombia dan pindah ke Amerika Serikat hanya dengan membawa uang sebesar 300 dolar AS. Saat itu, ia datang dari lingkungan yang penuh kekerasan di kampung halamannya dan membawa satu mimpi besar yakni bekerja di NASA.
Namun jalan menuju impian itu tidak mudah. Demi membiayai kuliah teknik di University of Florida, Trujillo bekerja serabutan, termasuk menjadi asisten rumah tangga. Sambil berjuang memahami bahasa Inggris, ia tetap mempertahankan tekad untuk menempuh pendidikan teknik dan mendekatkan diri pada dunia antariksa.
Dalam wawancaranya yang dikutip WFLA, Trujillo mengaku bahwa mimpinya bekerja di NASA saat belum fasih berbahasa Inggris terdengar mustahil. Tetapi ia memilih untuk tetap memegang mimpi itu dan terus berusaha.
Usahanya membuahkan hasil ketika ia berhasil diterima di program NASA Academy, sebuah kesempatan yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Setelah itu, Trujillo resmi bergabung sebagai insinyur NASA pada tahun 2008.
Kini, Diana Trujillo dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam misi Perseverance Rover. Dalam proyek tersebut, ia bersama tim insinyur selama dua tahun merancang lengan robotik sepanjang tujuh kaki yang dipasang pada rover Perseverance.
Menurut WFLA, lengan robotik itu memiliki fungsi penting, yaitu mengambil sampel tanah dari Mars untuk diteliti lebih lanjut guna mencari jejak kemungkinan kehidupan masa lalu di planet merah tersebut.
Trujillo menyebut proyek itu penuh tantangan karena timnya harus bekerja dengan instrumen yang belum pernah digunakan sebelumnya. Namun berkat kerja keras dan kolaborasi, misi itu berhasil dijalankan.
Tak hanya berkontribusi di dunia sains, Diana Trujillo juga aktif mendorong keterlibatan perempuan, khususnya perempuan Latin, di bidang teknologi dan antariksa. Ia terlibat dalam Brooke Owens Fellowship, organisasi nirlaba yang bertujuan mendukung perempuan muda untuk mengejar karier di bidang sains dan teknologi.
Menurutnya, saat tumbuh besar, ia hampir tidak melihat figur perempuan Latin di dunia antariksa yang bisa dijadikan panutan. Karena itu, kini ia ingin menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Melalui kisah hidupnya, Diana Trujillo menunjukkan bahwa rasa ingin tahu, kerja keras, dan ketekunan bisa membawa seseorang melampaui batas yang terlihat mustahil. Dari membersihkan rumah hingga mengirim teknologi ke Mars, langkahnya menjadi simbol bahwa mimpi besar memang layak diperjuangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....