Alasan di Balik Fenomena Pose "Peace" yang Tak Pernah Mati

  • 16 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Pernahkah Kamu menyadari bahwa secara refleks jari telunjuk dan jari tengah Kamu membentuk huruf "V" saat kamera mulai membidik? Pose peace atau peace sign telah menjadi gerakan sejuta umat yang melampaui batas generasi dan budaya. Mulai dari anak kecil hingga lansia, dari warga lokal hingga selebritas dunia, pose ini seolah menjadi "seragam" tidak tertulis dalam dunia fotografi dokumentasi maupun media sosial.

Secara historis, popularitas pose ini meledak di Asia, terutama Jepang, pada tahun 1970-an. Awalnya dipicu oleh atlet seluncur indah Janet Lynn yang tetap tersenyum dan berpose "V" meski terjatuh di Olimpiade Sapporo 1972, gerakan ini kemudian diadopsi oleh budaya pop Jepang melalui manga dan iklan kamera. Seiring berjalannya waktu, tren ini menyebar ke seluruh dunia, diperkuat oleh pengaruh Hallyu Wave dari Korea Selatan yang membuat variasi pose ini semakin beragam dan estetik.

Alasan psikologis yang paling mendasar adalah untuk mengatasi rasa canggung di depan kamera. Banyak orang merasa kaku atau bingung harus meletakkan tangan di mana saat difoto. Pose peace memberikan solusi instan sebagai "penyelamat" kegugupan. Dengan mengangkat tangan, tubuh menjadi lebih rileks, otot wajah cenderung lebih mudah membentuk senyum alami, dan fokus perhatian tidak hanya tertuju pada ekspresi wajah yang mungkin terasa dipaksakan.

Selain meredakan kecanggungan, pose ini juga memiliki fungsi visual untuk membingkai wajah. Dalam perspektif fotografi modern, menempatkan tangan di dekat wajah dapat menciptakan dimensi yang membuat fitur wajah terlihat lebih tirus atau proporsional. Tidak heran jika banyak anak muda memodifikasi pose ini dengan menaruhnya di dekat mata atau pipi untuk mendapatkan kesan cute (kawaii) atau lebih ramah dalam jepretan mereka.

Di era digital yang serba cepat, pose peace juga merupakan simbol universal untuk kegembiraan dan kedamaian. Di tengah tekanan hidup atau tuntutan konten media sosial yang sempurna, pose ini melambangkan kesederhanaan. Ia menyampaikan pesan bahwa momen tersebut adalah saat yang menyenangkan tanpa perlu banyak usaha atau gaya yang berlebihan. Pose ini adalah bahasa isyarat global yang bermakna: "Saya sedang baik-baik saja dan menikmati momen ini."

Namun, di balik kepopulerannya, para ahli keamanan siber kini mulai memberikan peringatan kecil. Dengan kualitas kamera ponsel yang semakin canggih (HD), pose peace yang terlalu dekat dengan lensa berisiko memperlihatkan detail sidik jari secara jelas, yang berpotensi disalahgunakan untuk peretasan biometrik. Meski begitu, kecintaan orang terhadap pose ikonik ini tampaknya belum akan pudar dalam waktu dekat, selama kenyamanan dan nilai nostalgianya masih tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....