Dari Petak Umpet ke Gadget: Perubahan Dunia Anak
- 02 Apr 2026 20:46 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Tawa riang anak-anak yang berlarian di halaman rumah kini semakin jarang terdengar. Jika dulu permainan seperti petak umpet, lompat tali, atau kelereng menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil, kini pemandangan itu perlahan tergantikan oleh layar gadget.
Selain itu, anak-anak zaman dulu juga akrab dengan berbagai permainan tradisional lainnya seperti engklek, gobak sodor, bentengan, congklak, gasing, hingga layang-layang. Permainan-permainan ini dimainkan secara berkelompok, penuh gerak, dan sarat kebersamaan.
| Baca juga: Android atau iPhone, Ini Perbedaannya |
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Perkembangan teknologi yang pesat membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai permainan digital. Dengan hanya satu perangkat di tangan, mereka bisa bermain kapan saja tanpa harus keluar rumah atau mencari teman.
Permainan seperti petak umpet, misalnya, tidak hanya sekadar bermain. Anak-anak belajar strategi, kejujuran, hingga keberanian. Begitu juga dengan permainan lain seperti gobak sodor yang melatih kerja tim, atau engklek yang mengasah keseimbangan dan ketangkasan.
Kini, banyak anak lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah, fokus pada layar, dan berinteraksi secara virtual. Hal ini berpotensi mengurangi aktivitas fisik serta kemampuan bersosialisasi secara langsung.
Meski demikian, bukan berarti permainan tradisional tidak bisa kembali. Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan tentunya sangat penting dalam mengenalkan kembali permainan-permainan tersebut. Mengajak anak bermain di luar rumah atau mengadakan kegiatan berbasis permainan tradisional bisa menjadi langkah sederhana namun bermakna.
Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari. Namun, menjaga keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai tradisional menjadi kunci agar anak-anak tetap tumbuh dengan sehat, aktif, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.
Dari petak umpet ke gadget, dunia anak memang telah berubah. Namun, semangat kebersamaan dan keceriaan masa kecil seharusnya tidak ikut hilang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....